pacaran dalam islam
pacaran dalam islam

Bagaimana Hukumnya Pacaran dalam Islam?

Posted on

Pacaran dalam Islam – Pacaran adalah sesuatu hal yang lumrah, proses mengenal lawan jenis atau diibaratkan sebagai rasa cinta nya yang diwujudkan dalam suatu hubungan. Namun, pacaran dalam agama Islam tidak pernah mengajarkannya. Karena dalam kenyataannya dua insan yang berlain jenis tidak bisa terhindar dari berdua-duaan, terjadi pandang memandang, dan terjadi sentuh menyentuh. Perbuatan inilah yang sudah jelas hukumnya haram semua menurut syariat agama Islam.

Rasulullah SAW bersabda “Jangan sekali-kali seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita, kecuali wanita itu bersama mahramnya”.

Bagi seseorang yang ingin menikah janganlah melalui pacaran, sebab caranya yang salah akan mempengaruhi keberlangsungan rumah tangganya kelak. Dalam agama Islam yang di ajarkan adalah melalui ta’aruf.

Pacaran dalam agama Islam tidak boleh, kecuali pacaran setelah akad nikah. Dalam agama Islam mengajarkan untuk memiliki hubungan atau ke tahap nikah melalui dengan ta’aruf. Menikah adalah suatu ibadah yang di sunahl=kan oleh Rasulullah SAW. Dengan cara pacaran Rasulullah tidak pernah mencontohkannya.

Pacaran sangat banyak mudharatnya, sebab perbuatan itu salah satu jalan menuju perzinaan. Sudah jelas bahwa Allah benar-benar melarang untuk sekedar mendekatinya. Seperti firman Allah pada Surat Al-Isra’ ayat 32. “Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”.

Proses ta’aruf melibatkan seseorang terdekat untuk mencarikan calon. Dalam ta’aruf tidak ada pemaksaan dari pihak mana pun. Jika belum cocok salah satu pihak tidak boleh menolaknya. Namun ketika keduanya cocok, bisa di lanjutkan ke tahap berikutnya. Yaitu pihak laki-laki melamar dan akan berujung pada suatu pernikahan.

Dalam agama Islam sebaik-baiknya mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal. Mahar adalah hak wanita, tetapi Islam menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.

Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran dalam Islam

Cinta kepada lain jenis merupakan fitrah bagi setiap manusia. Sebab rasa cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Allah SWT telah menciptakan dan menjadikan seorang wanita sebagai perhiasan dunia dan suatu kenikmatan bagi penghuni surga. Islam adalah agama yang paling sempurna. Dan telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cintanya dalam syariat yang rahmatan lil ‘alamin.

Bagaimana jika rasa cintanya disalurkan melalui cara yang tidak syar’i? Fenomena inilah yang melanda pada sebagian besar anak muda zaman ini. Penyaluran cinta yang pada umumnya mereka lakukan biasa disebut dengan pacaran.

Meninjau Fenomena Pacaran dalam Islam

fenomena pacaran dalam islam
fenomena pacaran dalam islam

Jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini, pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang. Dapat kita lihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati perzinaan. Semuanya diawali dengan pandangan mata, lalu pandangan itu akan mengendap di hati. Kemudian timbulah hasrat untuk jalan berdua, dan berani berdua-duaan di tempat yang sepi. Kemudian berani untuk bersentuhan, berciuman, dan akhirnya terjadilah perzinaan. Naudzu billah min dzalik. Lalu pintu manakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?

Mungkinkah di dalam agama Islam ada pacaran? Sungguh, pacaran yang dilakukan pada kebanyakan anak muda saat ini, bahkan sekarang dilabeli dengan “pacaran islami” tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas.

Pacaran dalam Islam Mempengaruhi Kecintaan pada Allah

Biasanya orang yang sedang dilanda asrama, disuruh memilih antara kesukaan pujaannya dengan kesukaan Allah, pasti kebanyakan mereka akan memilih yang pertama. Ia juga akan lebih rindu perjumpaan dengan kekasihnya, daripada bertemu dengan Allah yang Maha Kuasa. Lebih dari itu, apa yang ia angan-angankan untuk selalu dekat dengan sang Kekasih, daripada keinginannya untuk dekat dengan Allah.

Pacaran dalam Islam yang Terbaik adalah Setelah Menikah

pacaran dalam islam yang terbaik
pacaran dalam islam yang terbaik

Dalam agama Islam telah mengatur hubungan dengan lawan jenisnya. Hubungan pacaran setelah menikah ini sudah diatur dalam syariat sucinya yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam agama Islam bukan diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat.

Melalui pernikahan, hal inilah yang akan dirasakan sebuah percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta buatan. Cinta Sejati akan ditemui dalan suatu pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya.

Islam itu Indah, Yuk Pacaran dalam Islam Saja!

yuk pacaran dalam islam saja
yuk pacaran dalam islam saja

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pacaran adalah suatu pergaulan laki-laki dengan perempuan, bersuka-suka mencapai apa yang mereka senangi. Secara umum dapat kita artikan bahwa pacaran adalah salah satu bagian dari bentuk interaksi dengan sesama manusia. Tentu, berinteraksi sesama manusia merupakan aktivitas yang diperbolehkan bukan?

Namun jika aktivitas ini dapat membahayakan, tentu bisa menjadi aktivitas yang dilarang. Garis besar dari pacaran, belum memiliki ikatan yang resmi dan belum diakui oleh banyak pihak khususnya izin dari orang tua, tapi sudah melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan melalui ikatan resmi dulu.

Lalu Bagaimana dengan Pacaran dalam Islam?

Yang sebenarnya, pacaran islami itu ngga ada. Karena sudah jelas, bahwa aktivitas pacaran adalah aktivitas yang merugikan. Namun aktivitas pacaran ini bisa saja menjadi diperbolehkan dengan catatan statusnya di ilegalkan.

Artinya apa sih? Artinya adalah harus sudah resmi, sudah diakui, khususnya sama orang tua. Maksudnya melakukan aktivitas pacaran setelah menikah. Dengan menikahlah mau berduaan sampai akhir hayat pun tidak akan menjadi masalah. Intinya nuh, kalau sudah menikah, sudah legal, bebas mau ngapain aja dengan orang yang kita cintai dan tidak ada yang melarangnya.

Alasan Pacaran dalam Islam Setelah Menikah Lebih Menyenangkan

alasan pacaran dalam islam
alasan pacaran dalam islam

Banyak orang yang berpendapat bahwa pacaran itu membuat kita mengenal lebih dekat dengan pasangan atau menambah pengalaman dalam hal asmara. Sebenarnya pendapat ini hanyalah sebatas alasan untuk orang-orang yang belum serius atau hanya ingin main-main aja. Karena pasalnya, orang yang serius tentu akan mengajakmu untuk menata masa depan sematang mungkin tanpa membuang-buang waktu. Well, mungkin hal inilah yang bisa membuatmu tertarik untuk pacaran setelah menikah!

  1. Pacaran dalam Islam Lebih Terasa Romantis

Di saat seseorang sudah memulai suatu hubungan tanpa pacaran terlebih dahulu, biasanya hal ini mampu memberi kesan romantis yang sangat mendalam. Karena banyak hal yang tidak biasa dilakukan bersama-sama serta canggung satu sama lain. Perasaan canggung inilah yang membawa daya tarik tersendiri dan terkesan manis.

  1. Pacaran dalam Islam Sama-sama Memiliki Keinginan Kuat untuk Mempertahankan Hubungan

Apakah dengan cara berpacaran terlebih dahulu, tidak memiliki keinginan yang kuat untuk mempertahankan hubungan? Sebenarnya tidak juga, hanya saja berbeda dengan seseorang yang sudah berpengalaman atau sering gonta-ganti pacaran.

Seseorang yang menikah tanpa melalui rasa proses pacaran apalagi berganti-ganti pacaran, biasanya orang inilah yang tidak tahu bagaimana caranya untuk mengakhiri pada suatu hubungan. Apalagi untuk hubungan yang serius, sehingga mereka akan sama-sama memilih untuk menjaga keutuhan rumah tangganya.

  1. Berkencan Merupakan Rencana Masa Depan

Tentu setiap orang memiliki rencana masa depan yang sangat banyak. Namun untuk orang yang sudah menikah, rencana masa depan ini akan terlihat lebih terarah dan menjanjikan. Apalagi untuk orang yang menikah tanpa pacaran. Biasanya dalam daftar rencana masa depan mereka akan memasukkan kata berkencan dan ini akan menjadi hal yang sangat menyenangkan.

  1. Lebih Baik Menerima dan Mengerti Kekurangan dan Kelebihan Pasangan

Pada umumnya orang-orang yang tidak saling kenal, cukup jauh akan terkejut saat tahu berbagai hal aneh. Entah itu kekurangan atau kelebihan pasangannya. Tapi ada satu poin plusnya! Orang-orang yang mengenal satu sama lain setelah menikah, biasanya akan menjadikan paling tulus dalam hal menerima pasangannya. Karena mau tidak mau hal itu akan menjadi kebiasaan, meski awalnya membuat dirinya kaget.

Inilah kenikmatan pacaran setelah menikah. Maka dari itu, mulai dari sekarang jangan pacaran lagi. Karena hal ini juga dilarang dalam agama Islam. Semoga artikel saya bermanfaat bagi kita semua.

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya, dadah..