cara mengatasi haid yang berlebih
cara mengatasi haid yang berlebih

Obat Ampuh untuk Mengatasi Haid Berlebihan

Posted on

Menstruasi yang berlebih dapat dikatakan menorrhagia, menorrhagia adalah pendarahan abnormal yang paling umum dari uterus. Menstruasi bisa dianggap berat jika Anda sampai harus mengganti pembalut pada setiap jamnya atau setiap beberapa jam berturut-turut.

Gejala yang timbul dari menstruasi berlebih dapat mencakup pendarahan di malam hari yang membuat Anda terbangun untuk mengganti pembalut, adanya gumpalan darah besar saat menstruasi. Haid berlangsung lebih dari tujuh hari, serta pada kasus yang berat, menstruasi dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Kehilangan darah menstruasi yang berlebih dapat menyebabkan anemia, serta gejala seperti kelelahan, dan sesak nafas.

Penyebab Menstruasi atau Haid Berlebih

penyebab menstruasi yang berlebih
penyebab menstruasi yang berlebih
  1. Hormon

Karena ketidakseimbangan hormon saat remaja atau menjelang menopause adalah penyebab yang paling umum dari pendarahan akibat menstruasi yang berlebih. Selama masih di masa remaja, setelah mengalami menstruasi pertama mereka dan pada beberapa tahun sebelum menopause, kadar hormon akan berfluktuasi. Sehingga sering menyebabkan pendarahan Rahim yang berlebih selama menstruasi. Menorrhagia disebabkan oleh ketidakseimbangan hormone. Dan dapat diobati dengan menggunakan pil KB atau hormon lain.

  1. Tumor Fibroid Rahim

Sangat penting untuk difahami, bahwa tumor fibroid merupakan tumor yang jinak (non kanker). Tumor ini sangat sering terjadi di dalam Rahim pada wanita yang sudah berusia 30 atau 40an. Penyebab dari tumor ini tidak jelas, namun tumor ini dapat diketahui berkaitan dengan hormone estrogen. Beberapa dari perawatan bedah tersedia untuk kasus ini. Seperti ablasi endometrium, embolisasi arteri Rahim, terapi balon Rahim, serta histerektomi. Pengobatan selain bedah yang termasuk agonis GnRH dan konstrasepsi oral.

Beberapa dari wanita juga dapat menemukan bahwa progesterone alami dapat menjadi pengobatan yang efektif. Bila gejala ini tidak parah, biasanya tumor Fibroid Rahim akan terus mengecil dan menghilang tanpa menggunakan pengobatan setelah menopause terjadi.

  1. Polip Serviks

Sebuah pertumbuhan kecil dan rapuh yang muncul pada permukaan mukosa serviks atau kanal endoserviks, dan menonjol melalui pembukaan serviks. Penyebab dari polip serviks ini juga tidak terlalu jelas, namun bisa muncul akibat dari infeksi dan terkait dengan respon abnormal. Karena meningkatnya kadar estrogen, atau penumpukan di pembuluh darah leher Rahim. Wanita yang sering terkena polip serviks ini adalah wanita yang sudah berusia di atas 20 tahun yang telah memiliki anak.

  1. Polip Endometrium

Polip endometrium ini biasanya pertumbuhan yang tidak menyebabkan kanker. Polip ini muncul dari dinding Rahim. Penyebab dari polip endometrium tidak jelas, meski sering dikaitkan dengan kelebihan estrogen setelah perawatan hormon. Bahkan dengan beberapa jenis tumor ovarium. Pengobatan untuk polip endometrium adalah histeroskopi dan D&C.

  1. Penyakit Radang Panggul (PID)

Penyakit ini ketika satu atau lebih organ telah terinfeksi dan mempengaruhi Rahim, leher Rahim, dan saluran toba. Penyakit Penyakit ini seringkali merupakan infeksi menular seksual, namun terkadang berkaitan dengan persalinan, aborsi, atau prosedur ginekologi lainnya. Pengobatan yang dianjurkan untuk oenyakit radang panggul ini adalah terapi antibiotik.

  1. Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi ketika sel-sel di serviks menjadi tidak normal. Tumbuh dua kali lipat tanpa control, dan merusak bagian tubuh yang sehat. Penyakit Human Papillomavirus adalah penyebab sekitar 90% dari seluruh kanker serviks. Pengobatan untuk penyakit ini adalah operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi.

  1. Kanker Endometrium

Kanker endometrium terjadi ketika sel-sel abnormal pada Rahim atau endometrium tidak terkendali jumlahnya. Serta merusak Rahim dan organ lainnya. Meski penyebab kanker endometrium tidak diketahui, namun wanita yang diagnosis dengan kanker ini dia cenderung memiliki hyperplasia endomentrium atau melakukan terapi penggantian hormon. Pengobatan pertama untuk kanker ini histerektomi, yang kemungkinan akan diikuti dengan kemoterapi dan atau radiasi.

  1. IUD atau Alat Konstrasepsi Rahim

Penyakit ini adalah penyebab potensial dari pendarahan menstruasi yang berlebih. Wanita yang mengalami penyakit menorrhagia akibat menggunakan IUD dapat diobati dengan melepas alat kontasepsi tersebut. Dan menggantinya dengan metode alternatif lainnya untuk KB.

  1. Gangguan Pendarahan

Gangguan pendarahan ini adalah kondisi ketika seseorang kesulitan dalam menghentikan pendarahan. Meski ada beberapa jenis gangguan pendarahan, jenis yang paling umum pada wanita adalah Bon Willwbrand Disease (VWD). Pengobatan dari gangguan pendarahan ini dapat melibatkan pelepasan faktor pembeku yang disimpan dalam darah, atau pada kasus yang ekstrim, mengganti faktor pembeku dengan pengobatan IV atau dengan semprot hidung yang telah ditentukan.

  1. Gangguan Fungsi Indung Telur

Pada gangguan fungsi indung telur (ovarium), tubuh Anda mungkin tidak dapat menghasilkan hormone progesterone yang cukup. Sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mengakibatkan menstruasi yang berkepanjangan.

Menstruasi yang berkepanjangan dapat terjadi, karena pendarahan menstruasi berlangsung lebih dari tujuh hari. Meski pada setiap wanita memiliki durasi dan jumlah pendarahan menstruasi yang berbeda. Pada umumnya, menstruasi yang normal berkisar antara dua sampai tujuh hari.

Menurut medis, menstruasi yang melebihi dari satu minggu dapat digolongkan dalam kondisi yang disebut dengan menorrhagia. Dengan penanganan yang sesuai, keluhan ini pada umumnya dapat diatasi. Meski tetap perlu diwaspadai. Karena dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan yang lebih serius.

Mendiagnosis Penyebab Menstruasi atau Haid Berkepanjangan

penyebab menstruasi berkepanjangan
penyebab menstruasi berkepanjangan

Jika Anda mengalami siklus haid yang berubah, sebaiknya catatlah dengan akurat kapan menstruasi Anda dimulai dan berakhir. Termasuk pada berbagai keluhan yang menyertai. Kemungkinan Dokter akan menanyakan siklus haid dan riwayat kesehatan Anda sebelum melakukan pengobatan menstruasi yang berkepanjangan.

Untuk memastikan diagnosa, dokter juga dapat memberi rekomendasi pemeriksaan fisik secara umum. Temasuk pada pemeriksaan panggul dan pap smear. Selain itu, pemeriksaan USG juga dapat dilakukan untuk memberi gambaran kondisi ovarium, Rahim, dan panggul secara cepat. Bila Anda menilainya perlu, maka dokter pun juga akan memberi rekomendasi pemeriksaan biopsi endometrium untuk mengambil sampel jaringan dari dalam Rahim untuk di periksa lebih lanjut.

Upaya Mengatasi Menstruasi atau Haid yang Berkepanjangan

mengatasi menstruasi yang berlebih
mengatasi menstruasi yang berlebih

Penanganan untuk mengatasi menstruasi yang berkepanjangan, dapat disesuaikan dengan keluhan dan kodisi fisik penderita. Berikut ini dengan kondisi medis sebagai penyebabnya.

Obat yang diberikan untuk mengatasi wanita yang menstruasi berkepanjangan antara lain adalah obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen. Selain itu juga bisa diberikan asam traneksamat untuk mengendalikan pendarahan. Beberapa dokter akan memberikan terapi hormonal, untuk menyeimbangkan kondisi hormon dan mengatasi menstruasi yang berkepanjangan.

Mengingat pada menstruasi yang berkepanjangan dapat menimbulkan komplikasi seperti anemia, dan rasa yang tidak nyaman. Sebaiknya jangan dibiarkan berlarut-larut. Segeralah konsultasi pada dokter jika Anda mengalami seperti ini.

Dengan mengkonsumsi obat, sebaiknya dilakukan berdasarkan saran dokter. Menjalani pola hidup sehat, mencukupi istirahat, dan menjaga berat badan yang ideal dapat membantu pemulihan dari kondisi yang seperti ini.

Sekian dari arikel yang dapat saya sampaikan. Semoga dengan membaca artikel saya, dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi Anda.

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya, dadah..

Saran dan kritik dapat menghubungi kontak saya : -facebook : Intan Ayu Miranti, -instagram : @intan.a.m_25, -gmail : intanayumiranti272@gmail.com