Cara Menanam Bunga Anggrek
Cara Menanam Bunga Anggrek

Cara Budidaya Anggrek Dengan Media Yang Berbeda

Posted on

Bunga anggrek atau biasa disebut bunga puspa bangsa merupakan salah satu tanaman hias yang popular dan tidak pernah kehilangan pesonanya. Bunga anggrek tidak pernah ketinggalan jaman, karena bunga ini selalu banyak peminatnya dari waktu ke waktu. Anggrek memiliki banyak spesies, muai dari anggrek yang hidup di alam bebas sampai anggrek yang dibudidayakan, keduanya selalu memiliki pesona tersendiri dan menarik minat banyak orang.

Cara Menanam Bunga Anggrek
Cara Menanam Bunga Anggrek

Untuk budidaya anggrek tergolong susah- susah gampang, jika salah- salah maka budidaya akan gagal. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara menanam anggrek yang benar. Dalam proses budidaya, ada banyak media tanam yang bisa digunakan misalnya akar pakis, serabut kelapa, moss sphagnum dan arang kayu. Dari semua media tanam itu arang kayu menjadi yang termurah dan mudah didapat. Jika budidaya ini dilakukan untuk berbisnis maka menanam bunga anggrek menggunakan media arang kayu akan lebih menguntungkan. Berikut adalah cara menanam bunga anggrek dengan media arang kayu.

Cara Menanam Bunga Anggrek.

Menyiapkan Bibit Kompot.

Langkah pertama yang harus kalian lakukan untuk budidaya bunga anggrek adalah menyiapkan bibit yang akan digunakan untuk budidaya. Sebelum memilih bibit, alangkah baiknya kalian menentukan terlebih dahulu jenis anggrek apa yang hendak kalian budidayakan. Saran saya, untuk para pemula alangkah baiknya memulainya dengan anggrek jenis bulan atau dendrobium.

Untuk mempertinggi tingkat keberhasilan, sebaiknya menggunakan bibit kompot. Bibit kompot ini memiliki beberapa keunggulan seperti ukuran bibit yang lebih besar, tingkat kehidupan saat dipindah tanamkan dan dibudidayakan lebih besar. Karena beberapa keunggulan itulah disarankan untuk budidaya anggrek menggunakan bibit kompot.

Bibit kompot yang dipilih sebaiknya memiliki kriteria berikut:

  • Asal usul bibitnya jelas.
  • Bibit dalam kondisi sehat dan tidak terpapar oleh hama atau penyakit.
  • Beli bibit di tempat yang terpercya.
  • Bibit yang sehat memiliki daun yang berwarna hijau cerah.
  • Daunnya berukuran lebar dan panjang.
  • Pilih tanaman yang akarnya tidak keluar dari pot, agar akarnya tidak mengalami kebusukan.

Menyiapkan Alat dan Bahan.

Jika bibit kompot telah diperoleh, langkah selanjutnya ada;ah menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk budidaya bunga anggrek, antara lain:

  • Pot genteng.
  • Pecahan batu bata dan media arang kayu.
  • Rumah jarring (sebagai lokasoi budidaya).
  • Handsprayer.
  • Pupuk growmore (pilih yang kandungan nitrogennya tinggi).
  • Insektisida dan fungisida.
  • Bibit anggrek (pilih yang berkualitas baik).

Melakukan Penanaman atau Aklimatisasi.

Jika semua bahan yang dibutuhkan untuk berbudidaya bunga anggrek telah tersedia, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman atau bisa disebut aklimatisasi. Langkah ini merupakan proses dimana pemindahan bibit anggrek ke wada pot yang berukuran lebig besar, tujuannya agar pertumbuhan bunga anggrek bisa maksimal.

Tahapan penanaman atau aklimatisasi, sebagai berikut:

  • Siapkan media tanam dengan menambahkan pecahan batu bata yang steril atau pecahan batu bata yang telah direbus ke dalam pot.
  • Isi 1/3 bagian dasar pot dengan pecahan batu bat, tujuannya agar pot tidak rebah saat bunga anggrek bertambah besar.
  • Rebus arang kayu terlebih dahulu, agar arang kayu lebih steril.
  • Masukkan 2/3 bagian pot yang kosong dengan arang kayu yang telah disterilkan. Jika ukuran arang terlalu besar, sebaiknya kalian memecah arang menjadi lebih kecil.
  • Diamkan media tanam dan selanjutnya kalian dapat menyiapkan bibit bunga anggrek.
  • Keluarkan bibit dari dari dalam kompot, lakukan dengan hati- hati jangan sampai merusak bagian akarnya.
  • Rendam bibit kompot dengan larutan fungisida 2 g/l, rendam selama 15- 20 menit.
  • Jika sudah kering, barulah proses penanaman dapat dilakukan. Sebaiknya proses penanaman dilakukan pada sore hari, agar persentase hidupnya menjadi lebih besar.
  • Tanamkan bibit ke dalam pot. Pastikan akar bunga anggreknya tertanam sempurna dan tanaman dalam posisi tegak.
  • Masukkan bibit yang telah di aklimatisasi ke dalam rumah jaring. Susun dengan rapi dan biarkan selama 3- 5 hari tanpa penyiraman.

Penyiraman.

Jika bunga anggrek telah disusun di dalam rumah jaring dan telah dibiarkan selama kurang lebih 5 hari barulah proses penyiraman dapt dilakukan. Proses penyiraman dilakukan dengan cara disemprot menggunakan handspreyer. Semprot pada bagianmedia tanam dan sesekali semprot juga bagian daunnya. Jika memasuki musim penghujan sebaiknya kurangi frekuensi penyiraman agar bunga angggreknya tidak membusuk. Sebaliknya, jika memasuki musim kemarau frekuensi penyiramannya harus ditambah.

Pemupukan.

Pemupukan dalam budidaya bunga anggrek dilakukan dengan menggunakan pupuk cair. Untuk pemupukan pertama dillakukan dengan menyemprotkan pupuk dengan kandungan Nitrogen tinggi, kemudian dilarutkan ke dalam air, setelah itu proses pemupukan disemprotkan sebagaimana mestinya.

Untuk penyemprotan pupuk dilakukan langsung ke daun bunga aggreknya, sehingga lebih baik untuk pemupukan menggunakan pupuk daun. Jiika telah melakukan penyemprotan dengan pupuk maka tidak perlu melakukan penyemprotan air lagi.

Pengendalian Hama atau Penyakit.

Ada banyak hama atau penyakit yang dapat menyerang bunga anggrek. Namun, penyakit yang paling sering adalah busuknya daun dan akar. Penyakit ini biasanya terjadi saat memasuki musim penghujan. Pengendalian secara preventif dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida dan bakterisida, agar pertumbuhan jamur dan bakterinya dapat terkendali.

Bunga Anggrek Siap Berbunga.

Anggrek membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk berbunga. Pada waktu awal berbunga, bunga anggrek akan menghasilkan bunga yang relatif sedikit. Untuk bunga anggrek jenis dendrobium biasanya bunganya akan bertahan lebih lama dibandingkan bunga anggrek jenis bulan atau Phalaenopsis. Jika bunga anggrek telah mekar sempurna, bunga anggrek akan gugur dan menghasilkan bunga yang baru pada musim berikutnya.

Jika perawatannya intensif bunga anggrek akan bertahan selama kurang lebih 5 tahun dan masih cukup produktif unutk menghasilkan bunga. Budidaya anggrek ini bisa kalian jadikan sebagai peluang usaha, karena bunga naggrek memiliki nilai jual yang tinggi. Secara analisis biaya untuk budidaya anggrek memang cukup besar, namun harga itu sebanding sengan hasil yang didapatkan.

Nah, itu tadi adalah cara menanam bunga anggrek menggunakan media tanam arang kayu. Selain menggunakan media tanam kalian juga bisa menanam bunga anggrek pada tanah, pot bahkan pada pohon. Penasaran bagaimana caranya? Kali ini kami akan memberikan beberapa cara menanam bunga anggrek dengan media yang berbeda. Simak secara seksama, yah!

Beberapa Cara Menanam Bunga Anggrek Dengan Media Yang Berbeda.

Menanam Bunga Anggrek di Tanah.

Cara Menanam Bunga Anggrek
Cara Menanam Bunga Anggrek

Salah satu jenis anggrek yang dapat berkembang biak di tanah adalah anggrek jenis anggrek tanah (vanda douglas). Karena tidak semua jenis anggrek dapat berkembang biak di tanah. Menanam anggrek tanah tidak sam dengan menanam tanaman lainnya, karena kalian harus menggali lubang yang cukup dalam sebagai tempat tanamnya. Berikut caranya:

Cara Menanam Bunga Anggrek di Tanah.

Menyiapkan Lubang Tanam.

Buatlah lubang dengan dalam 10 cm dan lebar 30 cm dan untuk masalah panjang sesuaikan dengan lahan yang kalian miiliki. Saat membuat lubang, jangan lupa untuk membuat jalan jalur antara lubang tanam tersebut, agar lebih mudah dalam memberikan perawatan.

Memasang Ajir.

Ajir adalah tonggak yang digunakan untuk menopang anggrek. Ajir biasanya terbuat dari potongan bambu, ukuran ajir biasanya sekitar 2,5 m. Jika ajir telah tersedia, tanam ajir kurang lebih sedalam 50 cm. Setiap satu lubang diberi 2 baris ajir.

Selain sebagai penopang ajir juga akan mempermudah kalian saat merawat anggrek dan memungkinkan tanaman anggrek mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk berfotosintesis. Kalian tidak perlu memberikan ajir pada setiap tanaman, cukup apitkan saja ajir pada beberapa anggrek yang telah dikelompokkan. Tinggi ajir disesuaikan dengan tinggi tanaman yang akan ditopang.

Menanam Bunga Anggrek.

Bibit yang digunakan harus memiliki panjang minimal 30 cm, dan sebaiknya bibit bersal dari stek anggrekk yang cukup tinggi, yaitu sekitar 1m. Beri jarak antara bibit satu dengan lainnya sekitar 10 cm, lallu rapikan tanaman menggunakan bambu dengan mengikat bagian ujungnya. Usahakan anggrek dalam posisi tegak, yah!

Menanam Bunga Anggrek di Dalam Pot.

Cara Menanam Bunga Anggrek
Cara Menanam Bunga Anggrek

Cara Menanam Anggrek di Dalam Pot:

  • Letakkan kawat hingga bagian dasar pot.
  • Masukkan media tanam.
  • Kemudian masukkan bibit anggrek, atur posisinya agar akar anggrek menyebar rata.
  • Ikat batang anggrek pada kawat.
  • Tambahkan lagi media tanam untuk menutupi akar, tapi jangan sampai media tanamnya menutupi batang anggrekk.
  • Khusus untuk pot plastik, isi bagian bawahnya dengan pecahan genting atau batu bata secukupnya saja (maksimal sepertiga dari tinggi pot). Tujuannya agar potnya bertambah berat dan juga berfungsi sebagai penyaringan.

Cara Menanam Bunga Anggrek Pada Pohon atau Papan Pakis:

Cara Menanam Bunga Anggrek
Cara Menanam Bunga Anggrek

Cara Menanam Anggrek Pada Pohon atau Papan Pakis:

  • Pilih anggrek dengan batang sedang, agar tidak patah.
  • Tempelkan anggrek pada papan pakis atau pohon.
  • Ikat batang anggrek menggunakan tali atau apapun yang tidak menimbulkan karat.
  • Akar anggrek akan tubuh dan melekat dengan papan pakis atau pohon. Jika telah melekat kuat, lepas tali dan ganti dengan kawat sepanjang 5- 8 cm, lalu bentu huruf U. fungsinya untuk menjaga anggrek agar menempel kuat pada papan pakis atau pohon.

Naah.. itu tadi beberapa cara menanam anggrek. Jadi, tidak hanya pot saja yang dapat menjadi tempat berkembang biak anggrek. Cukup mudah bukan caranya. Selamat mencobanya di rumah, yah. Semoga berhasil!