berandai-andai

Hukum Islam dalam Berandai-andai

Posted on

Berandai-andai dalam Islam – Sebagian dari kita banyak yang menyukai aktivitas berandai-andai, atau berangan-angan. Biasanya, apa yang kita andaikan adalah sesuatu yang kita inginkan segera terwujud. Di saat kita sedang berandai-andai, kita akan merasa segala sesuatu yang akan kita lakukan mudah untuk menggapai apa yang kita tuju.

Begitu juga sebaliknya, ketika kita menyesali pada sesuatu yang sudah terjadi, dan merasa putus asa karena alasan kenapa dia melakukan itu. Setelahnya, ia pun juga akan berkata “kalo aja..”, “seandainya”, dan lain sebagainya. Pada sejatinya, bentuk pada pengandaian itu adalah merupakan bentuk suatu proses terhadap takdir yang telah Allah SWT tetapkan untuk kita.

Lalu, bagaimana sih Islam dalam memandang kita yang suka berandai-andai atau berangan-angan?

hukum islam berandai-andai
hukum islam berandai-andai

Allah SWT pernah menjelaskan : “Mereka (orang-orang munafik) berkata : Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?. Katakanlah “ Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu, mereka berkata : “ Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini… (QS Ali Imran : 154)

Dari firman Allah Swt diatas, bisa kita ambil sebuah pernyataan yang pengandaian adalah sebuah bentuk proses kita kepada takdir Allah SWT. Pada beberapa ulama’ juga sepakat hukumnya dalam berandai-andai hukumnya adalah haram.

Hal ini dikarenakan aktivitas berandai-andai biasa dilakukan pada orang-orang munafek. Ia percaya pada takdir Allah SWT, namun di lain waktunya ia juga meragukannya. Dan akhirnya dia menyesalinya apabila takdir tersebut tidak sejalan sesuai dengan keinginannya.

Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis Muslim :

“ Semangatlah dalam menggapai sesuatu yang manfaat bagimu. Dan mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah bersikap lemah. Jangan pula mengatakan “ Andaikan aku berbuat demikian, tentu tidak akan terjadi”. Namun katakanlah “ Ini takdir Allah SWT, dan apa yang telah Allah kehendaki, pasti Allah mewujudkan. Karena berandai-andai adalah membuka pada tiupan setan”.

Hukum dari pengandaian tergantung dari apa yang kita andaikan. Apabila yang kita angankan suatu kebaikan maka akan bernilai pahala di dalamnya. Sebaliknya apabila yang kita angankan adalah suatu keburukan, maka akan bernilai dosa di dalamnya.

Di dalam hadist Abu Kabsyah Al-Anmari, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“ Aku sampaikan padamu sebuah hadist, mohon dijaga. Sesungguhnya penduduk dunia ada 4 macam :

Pertama, hamba Allah yang diberikan rezeki padanya berupa harta dan ilmu. Kemudian dia menggunakan rezekinya untuk bertakwa pada Allah, menyambung silaturahim, menunaikan hak harta untuk Allah. Inilah merupakan jenis manusia yang paling mulia.

Kedua hamba Allah yang di berikan ilmu, namun tidak diberi harta. Kemudian dia memiliki niat, dan berangan-angan : Andai aku memiliki harta, maka aku juga akan beramal seperti apa yang dilakukan si A ( sedekah, zakat, dst). Maka dua orang ini pahalanya sama.

Ketiga, hamba Allah yang diberikan harta namun tidak diberi ilmu. Dia menghabiskan hartanya tanpa ilmu, tidak ia gunakan untuk bertakwa pada Allah, tidak menyambung pada silaturahim, dan tidak menunaikan haknya untuk Allah. Inilah yang merupakan jenis manusia yang paling jelek.

Keempat, hamba Allah yang tidak diberikan harta dan ilmu, namun dia berangan-angan. Andaikan saya memiliki harta, maka apa yang akan saya lakukan juga seperti yang dilakukan si A. maka dua orang ini dosanya juga akan sama”. (HR Thabrani, 110 ).

Itulah beberapa hukum berandai-andai dalam agama Islam yang dapat kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Supaya tidak mendapatkan dosa yang menumpuk amalan buruk di akhirat nanti.

Mengapa Dalam Agama Islam tidak boleh Berandai-andai?

tidak boleh berandai-andai
tidak boleh berandai-andai

Pasti Anda pernah berandai-andai atau berangan-angan bukan? Pasti sebagian besar orang banyak yang menyukai aktivitas ini. Biasanya, apa yang kita andaikan adalah sesuatu yang kita inginkan dan berharap untuk segera terwujud. Di saat kita berandai, maka segala sesuatu juga akan mudah untuk menggapai sesuatu apa yang kita tuju.

Sebaliknya, jika kita sedang merasakan menyesal pada sesuatu yang telah terjadi, dan juga merasa putus asa denagn alasan mengapa mau untuk melakukan seperti itu. Kemudia ia berkata “ Kalau saja…”, “Seandainya…”, dan lain sebagainya.

Melamun merupakan aktivitas sia-sia yang hanya membuang-buang waktu. Sebagai Muslim seharusnya kita memfokuskan diri untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Jangan sampai sedetik waktu saja yang kita lewati, juga akan terbuang sia-sia”.

Selain itu, melamun juga bermanfaat bagi otak lho! Jika kamu sering melamun atau bengong dan berandai-andai di saat tidak ada kegiatan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa hal tersebut sebenarnya memiliki manfaat.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa jaringan otak yang bekerja saat melamun, memiliki peran penting dalam memungkinkan kita untuk melakukan tugas rutin secara efisien. Tanpa menginvestasikan terlalu banyak waktu dan energi. Melamun sambil berandai sering dipandang rendah sebagai tanda kemalasan atau ketidakpedulian. Penelitian ini dapat mengubah banyak perspektif.

Para ilmuwan Washington University School of Medicine telah menemukan bahwa kumpulan daerah otak tampak lebih aktif. selama keadaan istirahat seperti ketika seseorang tengah melamun. Jaringan ini disebut dengan Default Mode Network (DMN). Pada sejak saat itu juga telah dikaitkan bahwa dengan melamun, memikirkan masa lalu, merencanakan masa depan, dan kreativitas, fungsi pastinya pun juga tidak jelas.

Berhentilah Berandai-andai Dalam Hidup!

berhentilah berandai-andai
berhentilah berandai-andai

Pernahkah ketika kamu sedang me-time, kamu merenungkan bahwa hidupmu sendiri? Entah mulai dari flashback ke masa kecil, sampai kamu memikirkan masalah-masalah yang sedang kamu alami. Sampai suatu saat nanti, kamu akan merasa jenuh banget yang namanya pengandaian dalam hidupmu.  Kemudian kamu akan mempertanyakan why time so flies? Mengapa hidup begitu cepat berlalu? Kenapa kamu ngga berani mengejar dan mewujudkan impian? Selama ini apa sih yang sedang kamu pikirkan? Apakah pola pikir kamu kurang tepat? Kenapa kamu menjalani hidup ini? Dan kenapa kamu banyak untuk mengeluh?

Beribu pertanyaan ada di kepala kamu, sehingga kamu akan terus mempertanyakannya. Melamun, merenung itu boleh. Justru hal ini harus kamu kerjakan. Tetapi setelah merenung, pasti kamu juga akan merasa menyesal. Merenung untuk perbaikan, bukanlah hal penyesalan. Pada kenyataannya, hidup bukanlah hanya berkutat pada hal-hal itu aja, dan bukan hanya berisi hal-hal yang sebagian besar adalah pengembangan hidupmu sendiri.

Hidup itu tak sekedar berandai-andai. Siapa yang akan tahu bahwa ke depannya kita akan menjadi seperti apa? Pasti setiap orang juga akan berubah. Semua hal pasti tidak akan menjadi sama lagi. Kalau pun kamu harus berjuang, berjuanglah dengan cara menciptakan apa yang sebelumnya kamu bayankan tadi.

Bisa saja kamu keliru dalam menetapkan pilihan dan mengambil keputusan. Di satu sisi lain, kamu juga akan bisa merasakan keamanan karena memilih sesuatu yang menurut kamu benar dalam hidupmu. Di sisi lain, jika kamu merasa gagal karena tidak tepat dalam memilih sesuatu, contohnya saja pada saat kuliah. Nilai mata kuliahmu sekarang banyak yang jelek, tapi siapa yang bisa menjamin kalau masa depanmu juga akan jelek?

Seperti apa yang dikatakan Darius Foroux, “ because in life, there’s no figuring it out. You will never “figure it out.” There is no one road to happiness, wealth, or success. Life is just one long process that doesn”t always makes sense”.

Demikianlah artikel yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi Anda. sampai jumpa pada artikel selanjutnya, dadah..