7 Adab Bertetangga yang Baik Sesuai Tuntunan Islam

Posted on

Sahabat jempoltangan.com – Manusia merupakan makhluk sosial. Tahukah Anda maksud dari makhluk sosial? Ya, makhluk yang tak bisa lepas dari ketergantungan orang lain. Sesibuk bahkan sesendiri apapun manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain, berinteraksi dengan orang lain. Tanpa adanya orang lain manusia pasti tak akan hidup dengan sempurna.

adab bertetangga yang baik
adab bertetangga yang baik

Maka dengan adanya tetangga dalam kehidupan kita itulah yang dimaksud orang lain. Tetangga memang sangatlah penting bagi kita. Tanpa kehadirannya dunia akan serasa sepi, atau sunyi. Berasa bahwa manusia hidup di dunia tak ada artinya sama sekali jika tidak memiliki tetangga. Itulah kenapa pentingnya kehidupan memiliki tetangga.

Namun, di jaman sekarang ini apakah orang berpikir bahwa bertetangga sangatlah penting? Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri. Seperti pintu rumah selalu ditutup, di pagar tinggi-tinggi dan tidak pernah berinteraksi dengan orang lain. Itukah yang dimaksud bertetangga? Terkadang orang tak mengerti tentang hal itu. Bahkan mereka berbuat seenaknya tanpa memahami perasaan mereka. Karena adab bertetangga termasuk salah satu jalan menuju surga.

Dalam hadits diriwayatkan bahwa Nabi bersabda : “ Tidak masuk surga seorang tetangganya yang tidak merasa aman dari kejahatannya” (HR. Bukhari)

Di dalam ajaran islam pun adab bertetangga sudah sangat dijelaskan betul baik dalam Alqur’an ataupun hadits. Seperti yang diterangkan di atas. Nah, Anda ingin tahu lebih lanjut informasi adab bertetangga yang baik sesuai dengan firman Allah dan sunah rasul? Mari simak artikel berikut!

bertetangga yang baik
bertetangga yang baik
  1. Berbuat baik dan Memuliakan tetangga

Rasulullah SAW bersabda : “ Barangsiapa yang beriman kepada Allah, hari akhir, maka ia supaya memuliakan tetangganya”. (Muttafiqun ‘Alaihi).

Dalam Alqur’an Allah juga berfirman : “Beribadahlah kepada Allah  dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Berbuat baik kepada orang tua,karib-kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh”. (QS An-Nisa 36).

Dalam hadist juga dijelaskan “ Sebaik-baik teman disisi Allah adalah yang paling baik kepada teman-temannya. Dan Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik terhadap tetangganya”. (HR. At-Tirmidzi no 1944).

Sudah jelas dengan dalil yang diterangkan di atas, bahwa jika kita berbuat baik dan memuliakan tetangga maka kedudukannya sejajar dengan iman ada Allah dan hari akhir, jika dia tidak memuliakan tetangganya dapat dikategorikan termasuk salah satu orang yang tidak iman pada Allah dan hari akhir.

Berbuat baik dan memuliakan tetangga tak hanya berlaku kepada muslim saja, tetapi non-muslim juga berlaku asalkan tetangga tersebut masih terdapat satu wilayah dengan rumah kita baik jauh ataupun dekat. Kita tetap berkewajiban berbuat baik dan memuliakannya.

  1. Memelihara dalam haknya tetangga terutama yang paling dekat

Dalam hadits dijelaskan: Suatu ketika Aisyah RA bertanya : “ Ya Rasulullah aku memiliki 2 tetangga mana yang aku beri hadiah? Rasulullah SAW menjawab : “ Yang pintunya paling dekat dengan rumahmu”. (HR Bukhari, Ahmad, Abu Dawud).

Sudah jelas bahwa, yang paling terpenting adalah kita harus mengutamakan tetangga yang paling dekat baik memberi hadiah, menjaga harta dan kehormatan dari kejahatan, menjaga rumah ketika sedang pergi dll. Karena tetangga yang paling dekat yang akan menolong kita jika kita tertimpa musibah. Namun, tetangga yang jauh juga berhak dimuliakan. Selalulah ringan tangan terhadap orang lain selagi kita bisa membantunya.  Menjaga pandangan kita dari tetangga yang wanita dan berusah menjaga aib tetangga jangan sampai disebarkan kemana-mana.

  1. Menyakiti tetangga bisa menyebabkan masuk neraka

Dalam suatu hadits diceritakan bahwa ada seseorang berkata : “ Wahai Rasullullah! Sesungguhnya Fulan banyak melakukan shalat,shodaqah,puasa. Hanya saja dia menyakiti tetangga dengan lisan.” Rasulullah bersada : “Di di dalam neraka”. Lelaki itu berkata : “Sesugguhnya Fulan diveritakan sedikit melakukan puasa dan shalat. Tetap dia bershadaqah beberapa potongan keju dan tidak menyakiti tetangganya”. Rasulullah bersabda : “ Dia di dalam surga”. (HR Ahmad, Shahih)

Rasulullah bersabda : “Seseorang yang berzina dengan 10 orang perempuan itu lebih ringan baginay daripada berzina dengan istri tetangganya. 10 orang mencuri 10 rumah maka lebih ringan baginya daripada mencuri dari seorang tetangganya.” (HR Ahmad dalam Al-Musnad (6/8), Bukhari dalam Al-Adab-Al-Mufrod(no 103), Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (no 605) Di shohihkan oleh AL-Albani dalam As-Shohihah (no.65)).

Sudah jelas kan, meskipun kita ibadahnya tertib tapi kita menyakiti perasaan tetangga dengan lisan kita dan merasa acuh tak acuh. Itu juga membuat kita masuk ke dalam neraka.

Tetapi jika kita berbuat baik maka banyak pahala dan manfaat yang bisa kita dapatkan.

Dan dosanya orang yang berzina ataupun mencuri hak milik tetangganya sendiri itu lebih berat daripada orang lain. Namun, Anda juga jangan sampai mencuri milik orang lain meskipun bukan tetangganya karena itu juga termasuk dosa da nada ancamannya.

  1. Bersabar atas kelakuan tetangga

Memang dalam ajaran islam kita tidak boleh menyakiti tetangga, tetapi terkadang orang lain kurang mengerti tentang adab sebenarnya. Nah, jika Anda pernah disakiti oleh tetangga sendiri padahal Anda berusah baik terhadapnya, maka jangan sampai Anda merasa dendam. Siapa tahu mereka memang kurang paham betul cara adab bertetangga yang baik. Anda berusaha sabar saja, jangan membalas dengan kejahatan karena yang penting Anda telah berbuat baik.

Dalam hadits dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Ada 3 golongan yang dicintai oleh Allah, dan seorang laki-laki yang memounyai tetangga. Tetangga tersebut menyakitinya, maka dia bersabar atas gangguannya, hingga kematian atau kepergiannya memisahkan keduanya”. (HR Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim Shahih).

  1. Suka memberi dan tidak pelit terhadap tetangganya

Dalam hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur supaya perbanyak airnya dan berilah tetanggamu”. (HR Muslim).

“ Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya untuk menancapkan sebuah (kayu) di temboknya”. (HR Bukhari no 2463 dan Muslim no 1609).

Bahwa 2 hadits tersebut dijelaskan kita supaya rajin memberi terhadap tetangga kita, sehingga akan menjalin hubungan dengan baik. Dan suatu saat pasti kita akan membutuhkan pertolongan dari mereka.
Dan juga tidak pelit terhadap tetangganya, tetapi perlu diperhatikan bahwa jika memang hal tersebut tidak merusak fasilitas atau mengganggu kenyamanan Anda tidak apa-apa namun jika hal tersebut mengganggu lebih baik jangan,

  1. Membangun rumah yang tidak bermegah-megahan

Hal yang perlu diketahui adalah jika dalam membangun rumah jangan sampai menyakiti atau mengganggu bangunan rumah orang lain seperti tidak mendapatkan sinar matahari, tidak mendapat udara dan melewati batas tanah miliki orang lain. Hal ini akan menimbulkan kebencian tetangga terhadap kita.

  1. Tidak menganggu tetangga

Dalam hadits diriwayatkan Dari Abu Hurairah berkata : “Bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, janganlah mengganggu tetangganya, Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya  berkata baik atau diam”. (HR Bukhari no 5559).

Yang dimaksud mengganggu tetangga sangat banyak, seperti menyalakan mercon yang berlebihan,menyetel musik dengan keras sehingga tetangga kita merasa terganggu, menggibah hal-hal yang buruk terhadap tetangganya. Sehingga membuat tetangga merasa tak nyaman dan sakit hati. Jangan sampai kita berbuat hal-hal yang menyakitkan terhadap tetangga sendiri.

Itulah 7 adab bertetangga sesuai dengan tuntunan islam. Di akhir jaman ini memang sudah jarang orang yang mengerti cara bertetangga yang baik. BAnyak orang yang sudah mengabaikannya hanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Padahal kita tak mengetahui kapan kita membutuhkan tetangga untuk menolong kita.

Semoga bisa dijadikan sebagai hikmah dan manfaat bagi Anda yang telah membaca artikel ini. Sekian..