mendidik anak dengan cara yang baik
mendidik anak dengan cara yang baik

Penting Bagi Orang Tua Mendidik Anak dengan Benar

Posted on

Anak merupakan anugerah dari Allah SWT. Memiliki anak yang baik, patuh, mandiri, cerdas, dan religious adalah sebuah harapan yang besar bagi para orang tua. Oleh karena itu, para orang tua wajib mendidik anak sejak dini supaya dapat menjadi anak kebanggan bagi orang tua.

Lalu bagaimanakah cara mendidik anak yang baik dan benar?

Pada prinsipnya mendidik anak sebuah hal yang mudah. Namun, pada faktanya tidak semua orang tua dapat melakukannya. Banyak anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik. Di bawah ini ada beberapa cara mendidik anak yang baik dan benar sejak dini:

mendidk anak
mendidk anak
  1. Mengajarkan kemandirian dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak sejak dini

Pada umumnya, orang tua merasa khawatir dan cemas secara berlebihan kepada anaknya. Sebaiknya, bagi orang tua jangan terlalu cemas dan khawatir pada anak. Karena hal ini justru menjadi tidak baik untuk menanam kepribadian anak. Cobalah untuk mempercayai pada sang buah hati Anda, namun tetap harus di pantau dari jauh tanpa ada pengekangan. Mulailah untuk mengajarkan untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikan setelah bermain. Ketika anak sudah memasuki pada masa sekolah, ajarkan dia untuk membantu mempersiapkan keperluannya, berilah uang suka yang cukup dan mencobalah untuk mengajarkan menabung sedikit demi sedikit dari uang saku tersebut.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan rasa ingin tahu pada anak sejak dini

Memiliki rasa ingin tahu bagi anak yang masih usia dini sangatlah tinggi. Ketika melihat benda atau sesuatu yang belum diketahuinya akan dipahami dan biasanya mereka akan benyak bertanya. Sebagai orang tua, Anda harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu untuk dipahami pada sang anak. Hindarilah kata-kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu yang ditanyakan oleh sang anak.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan kemampuan berpendapat sejak dini

Pada umumnya orang tua merasa acuh terhadap anak yang mengemukakan pendapat. Para orang tua menganggap bahwa pendapat anak tidaklah penting karena berfikiran dia masih kanak-kanak. Padahal jika tidak dipedulikan anak akan bisa berdampak minder dan tidak berani lagi untuk mengemukakan pendapat. Sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya dari sang anak tidak benar maka koreksilah. Sebagai contoh kita memberikan respon dengan baik dan positif.

  1. Ajarkan pada anak sejak dini rasa sosial, bersimpati, dan empati

Kita sebagai manusia sudah dikodratkan sebagai makhluk sosial tentunya harus memiliki sikap sosial, simpati, dan berempati. Supaya anak tumbuh menjadi manusia yang dapat menghargai pada orang lain, ajarkanlah sedini mungkin pada mereka tentang bagaimana menghargai pendapat orang lain dan mengetahui bagaimana caranya memahami lingkungan disekitar kita.

Sebagai orang tua juga harus bisa mengajarkan pada anak tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang membutuhkan bantuan dan ajarkan sikap tidak sombong pada anak.

  1. Berilah sikap teladan yang baik

Sebagai orang tua harus bisa memberi contoh yang baik dan bersikap sempurna dihadapan anak-anak. Orang tualah contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa. Jika ingin memiliki anak yang bersikap sopan santun, bertutur kata yang baik dan lembut, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Jika kita ingin anaknya memiliki sikap religious, maka sebagai orang tua harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religious.

Membesarkan anak dengan cara mendidik anak yang baik dan benar adalah salah satu tantangan bagi orang tua. Karena sesuatu yang diajarkan kepada anak sejak usia yang masih dini dapat melekat hingga dewasa.

Setiap pasangan pasti memiliki cara mendidik dengan caranya sendiri. Menurut Diana Baumrid salah satu psikolog dia mengatakan bahwa orang tua memiliki tiga gaya pola asuh. Apa saja sih tiga gaya pola asuh dari sang anak?

gaya pola asuh anak
gaya pola asuh anak
  1. Otoriter

Ini merupakan gaya pola asuh yang sangat ketat. Orang tua menetapkan aturan dengan dan memiliki harapan anak-anaknya dapat mengikuti aturan tersebut. Jika tidak mengikuti aturan tersebut, biasanya anak akan mendapat hukuman dari orang tua.

  1. Demokratis

Demokratis merupakan gaya pengasuhan yang menetapkan aturan dan pedoman untuk anak, tapi tidak seperti otoriter. Orang tua akan jauh lebih terbuka dan dapat mendengarkan perkataan anak dan memahami kebutuhan mereka. jika anak melanggar aturan dari orang tua, anak akan ditegur dengan cara yang halus dan tidak menggunakan kekerasan.

Meski orang tua memantau dan mengawasi pada anak-anaknya, orang tua tidak akan ikut campur dalam kehidupan anaknya. Misalnya ketika mencari teman. Orang tua akan mengambil langkah jika merasa anak dalam keadaan bahaya. Gaya pola asuh ini dianggap sebagai gaya pengasuhan paling ideal dan paling umum dilakukan.

  1. Serba membolehkan

Anak yang dbesarkan dalam gaya permisif, akan menunjukkan kecenderungan manja dan mengganggu. Anak juga akan cenderung berperilaku buruk jika apa yang di inginkan tidak terkabul. Orang tua denga tipe yang seperti ini tidak menetapkan batasan atau peraturan.

Walaupun ada peraturan, cenderung anak akan melanggar. Jika gaya pola asuh ini yang diterapkan, buatlah peraturan yang harus di patuhi anak dan jangan menyerah. Sesekali berilah hadiah kepada si kecil jika ia berperilaku baik. Hal ini sangat bagus untuk masa depan sang anak ketika akan menghadapi “dunia nyata” ketika tidak semua orang dapat memperlakukan dia seperti Anda.

Semoga kita memiliki anak dengan kepribadian yang sesuai keinginan kita. Semoga artikel saya bermanfaat bagi Anda semua. Saran dan kritik dapat menghubungi kontak saya : -facebook : Intan Ayu Miranti, -instagram : @intan.a.m_25, -gmail : intanayumiranti272@gmail.com

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya, dadah..