Penyakit Anemia Aplastik
Penyakit Anemia Aplastik

Pengertian Anemia Aplastik Yang Dapat Diketahui

Posted on

Anemia aplastik –  Masih dengan kami, pada pertemuan kali ini kami akan memberikan seputar informasi kepada anda tentang seputar info tentang penyakit anemia aplastik. Anemia aplastik merupakan kelainan darah yang terjadi ketika sumsum tulang belakang yang ada pada tubuh seseorang berhenti memproduksi sel darah baru, baik sel darah putih, baik sel darah merah, maupun trombosit. Pada tubuh manusia didalam tubuh tersebut sel darah memiliki peran yang sangat berbeda-beda.

Sel darah putih bertugas sebagai melawan infeksi, trombosit berfungsi untuk mencegah pendarahan sedangkan sel darah merah berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Jenis penyakit yang satu ini memang sangat langka ditemukan dan penyakit anemia aplastik ini bisa terjadi pada wanita ataupun pria pada segala usia. Kelainan penyakit inilebih banyak ditemukan pada orang yang berusia lanjut usia dan pada orang dewasa yang berumur 20 tahunan yang tinggal di negara-negara berkembang.

Termasuk Indonesia ini merupakan negara yang berkembang, di Indonesia inilah ada orang yang mendapatkan penyakit ini dan penyakit ini jarang menimpa seseorang jika orang itu menjaga kesehatannya. Seseorang yang mengalami anemia aplastik sering kali mengalami merasa lemas, mengalami infeksi, pendarahan secara berlebihan serta kurang bertenaga. Penyakit anemia aplatik ini dapat terjadi secara bertahap dalam hitungan bulan dan minggu.

Anemia Aplastik
Anemia Aplastik

Kondisi ini juga dapat muncul secara tiba-tiba, jika anemia aplastik terjadi pada seseorang dengan kadar yang rendah maka kondisi ini dapat berdampak fatal dan mengancam nyawa seseorang tersebut. Berdasarkan penyebab penyakit anemia aplasti ini, penyakit ini dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :

  • Anemia Aplastik Bukan Keturunan :

    Gangguan penyakit ini bisa disebabkan oleh radiasi atau kemoterapi pada pengobatan kanker, virus HIV, pengaruh pengobatan tertentu, racun kimiawi, atau Epstein-barr. Kondisi ini sering terjadi pada orang dewasa karena sistem imun tubuh yang terganggu.

  • Anemia Aplastik Keturunan :

    kondisi ini dapat disebabkan oleh kelainan genetika yang lebih banyak terjadi pada remaja dan anak-anak. Penderita penyakit anemia aplastik ini juga berisiko terkena penyakit lain yang akan menyerang tubuh seseorang tersebut seperti, leukimia.

Gejala Penyakit Anemia Aplastik

Penyakit Anemia Aplastik
Penyakit Anemia Aplastik

Gejala anemia aplastik terjadi tergantung pada jenis sel darah yang kadarnya sangat rendah, jika sel darah merah seseorang itu rendah maka seseorang tersebut akan mengalami kesulitan bernafas, pusing, sakit kepala, kelelahan, detak jantung yang tidal teratur, wajah yang sangat pucat, serta nyeri yang menyerang dada. Dan jika seseorang tersebut mempunyai sel darah putih yang rendah maka seseorang tersebut akan mengalami demam dan infeksi.

Seseorang tersebut akan mengalami muncul luka memar, pendarahan, mimisan, gusi berdarah, dan ruam kulit berarti seseorang tersebut mengalami trombosit berada di bawah batas yang normal. Jika anda menjaga kesehatan anda sebaik mungkin maka andatidak akan terkena penyakit ini, dan tubuh anda akan sehat dengan menjga pola makan anda dengan makan secara teratur.

Penyebab Penyakit Anemia Aplastik

Penyebab Penyakit Anemia Aplastik
Penyebab Penyakit Anemia Aplastik

Penyebab terjadinya penyakit anemia aplsatik karena kerusakan yang menimpa pada sumsum tulang, sehingga menyebabkan produksi sel bisa melambat dan menurun. Kerusakan ini sangat berbahaya karena sumsum tulang sangat berperan besar yang menghasilkan sel punca ( stem cells ) yang dapat memproduksi sel darah putih, trombosit dan sel darah merah. Kerusakan terhadap sumsum tulang pastinya mempunyai faktor penyebab kerusakannya.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kerusakan sumsum tulang, antara lain :

  • Kehamilan : 

    kehamilan merupakan faktor pertama yang menyebabkan faktor penyebab kerusakan sumsum tulang yaitu pada ibu hamil, anemia aplastik dapat muncul karena pengaruh gangguan autoimun yang mana sistem imun tubuh yang ada di dalam akan menyerang sumsum tulang selama masa kehamilan.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu :

    penggunaan obat-obatan merupakan faktor berikutnya penyebab kerusakan sumsum tulang. Anemia aplastic dapat dipengaruhi oleh beberapa jenis obat antibiotok dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthtritis.

  • Paparan racun kimia :

    paparan racun kimia merupakan faktor yang selanjutnya yang akan kami berikan seputar informasinya kepada anda. paparan racun kimia yang sering di gunakan pada insektisida dan pestisida dapat memicu terjadinya anemia aplastik. Terutama jika paparan cahaya racun itu terjadi secara terus-menerus.

  • Gangguan autoimun :

    gangguan autoimun merupakan faktor selanjutnya yang bisa merusak tulang sumsum. Gangguan autoimun merupakan gangguan yang menyebabkan sistem imun menyerang sel-sel yang sehat, termasuk sel punca yang berada dalam tulang sumsum.

  • Infeksi virus :

    inveksi virus merupakan faktor selanjutnya yang bisa menyebabkan kerusakan terhadap tulang sumsum. Anemia aplastik bisa terjadi karena pengaruh beberapa jenis virus yang menyerang seperti, Epstein-barr, HIV, parvovirus B19, hepatitis, serta cytomegalovirus.

  • Radiasi dan kemoterapi :

    radiasi dan kemoterapi merupakan faktor selanjutnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang. Pengobatan ini merupakan 2 jenis pengobatan ini bertujuan untuk membunuh sel kanker, namun terkadang pengobatan ini turut merusak sel-sel yang sehat.

Pengobatan Penyakit Anemia Aplastik

Pengobatan Penyakit Anemia Aplastik
Pengobatan Penyakit Anemia Aplastik

Jenis pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit yang satu ini tergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Berikut ini kami akan memberikan seputar informasinya kepada anda jenis-jenis pengobatan pada penyakit anemia aplastik yaitu :

  • Stimulan tulang sumsum :

    terjadinya penyakit anemia aplastik ini yaitu aibat tulang sumsum tidak dapat memproduksi sel darah yang baru, nah agar tulang sumsum sapat memproduksi sel darah baru, dokter bisa memberikan obat stimulant seperti sargramostim, epoetin alfa, pegfilgrastim dan filgrastim. Metode yang satu ini sering dikombinasikan dengan imunosupresan.

  • Obat-obatan antibiotik :

    penderita penyakit anemia aplastik sering sekali mengalami melawan bakteri atau virus karena kadar sel darah putih yang dia miliki sangat rendah. Penyakit anemia aplastik ini juga dapat membuat sistem imun tubuh seseorang menjadi lemah, obat-obatan antibiotok sangat diperlukan untuk mengatasi dan mencegah infeksi agar infeksi yang terjadi tidak semakin menjadi parah.

  • Tranfusi darah :

    tranfusi darah merupakan metode yang digunakan untuk mengontrol pendarahan, menyuplai sel darah yang tidak dapat memproduksi sumsum tulang, mengurangi gejala yang muncul agar kadar sel kembali normal. Pengobatan yang dilakukan ini berisiko menyebabkan peningkatan kadar zat besi yang ada di dalam darah yang dapat mengganggu fungsi beberapa organ tubuh.

Agar penyakit anemia aplastik ini tidak terjadi anda harus melakukan beberapa pencegahan, ada beberapa pencegahan yang dilakukan agar penyakit ini tidak terjadi yaitu :

  • Mengurangi olahraga berat yang berguna menurunkan resiko pendarahan karena kontak fisik.
  • Beristirahat secara cukup bila perlu.
  • Menghindari kerumunan masyarakat umum agar tidak mudah tertular penyakit.
  • Mencuci tangan secara teratur, terutama ketika setelah beraktivitas di luar ruangan di sekitar lingkungan.

Diatas tadi merupakan beberapa seputar informasi yang telah kami berikan yang dapat anda manfaatkan sebagai penambahan ilmu tentang kesehatan. Terima kasih bagi anda yang telah membaca dan setia terhadap artikel kami, tunggu artikel kami selanjutnya yang membawa seputar informasi lainnya yang bisa anda baca.

Baca juga artikel tentang Macam-macam Penyakit Paling Berbahaya di Dunia