menciptakan keluarga yang harmonis dan romantis
menciptakan keluarga yang harmonis dan romantis

Menciptakan Keluarga yang Harmonis dan Romantis itu Wajib

Posted on

Memiliki keluarga yang harmonis dan romantis merupakan dambaan setiap orang. Keluarga yang harmonis dan romantic dapat menyelamatkan pernikahan yang kritis. Keluarga yang harmonis dan romantic adalah mimpi dari setiap pasangan.

Setiap langkah memasuki gerbang pernikahan, kita membayangkan bahwa sebuah kehidupan yang begitu menyenangkan dengan seseorang yang amat kita cintai. Pernikahan tidak hanya memiliki sisi menyenangkan saja, melainkan menuntut adanya pengorbanan.

Pengorbanan demi pengorbanan yang dijalani, dari waktu ke waktu sepanjang usia pernikahan juga menimbulkan rasa letih. Kita juga akan merasa teramat letih dan membiarkan ego menguasai diri kita. Pertengkaran pun mulai mewarnai pernikahan. Kalimat “sepakat” menjadi hal yang sulit untuk dicapai. Tanpa kita sadari bahwa kita telah meletakkan pernikahan persis di ujung tanduk.

Pada titik ini sangat banyak pasangan yang memilih menyerah dan menerima perpisahan sebagai jalan terbaik. Dan mengabaikan anak-anaknya menjadi korban dari ego kedua orang tuanya. Ada satu hal yang harus perlu kita ketahui bahwa pernikahan kritis tidak harus berakhir dengan sebuah perceraian. Dengan memiliki komitmen yang kuat, kita bisa menyelamatkan sebuah pernikahan yang berada di ujung tanduk dan dapat mewujudkan keluarga yang harmonis dan romantic yang diidam-idamkan.

Cara mewujudkan keluarga harmonis dan romantic :

harmonis
harmonis
  1. Menerima kelebihan dan kekurangan pasangan

Manusia tidak ada yang  sempurna, pasti ada kekurangan begitu juga dengan pasangan kita. Alangkah tidak adil bila kita menerima hanya dari sisi positifnya saja dan menolak pada sisi negatifnya. Dalam menerima kekurangan dari pasangan, akan meredam ketegangan yang kerap muncul dalam pernikahan. Sering-seringlah untuk mengingat kelebihan yang dimiliki oleh sanga pasangan. Agar bisa senantiasa menghidupkan rasa cinta dalam hati dan meminimalisir pertengkaran.

  1. Memaafkan dan melupakan kesalahan pasangan di masa lalu

Manusia tidak luput dari kesalahan, entah itu kesalahan kecil maupun besar. Memaafkan dan melupakan kesalahan dari pasangan di masa lalunya, memang bukanlah sesuatu hal yang mudah. Jika kita memiliki komitmen untuk mempertahankan pernikahan, maka maafkanlah dan melupakan kesalahan dari pasangan. Hal ini merupakan salah satu jalan untuk membina keluarga yang harmonis dan romantic.

  1. Menjalin komunikasi

Sangat banyak pernikahan yang berakhir hanay karena lalai untuk menjaga kehangatan komunikasi. Pada zaman sekarang, fasilitas internet sangat mudah untuk berinteraksi dengan berbagai orang. Termasuk orang-orang yang ada di masa lalunya. Akibatnya, sering untuk tidak menjalin komunikasi dengan pasangan.

Tanpa berkomunikasi dengan pasangan, tak mungkin bisa untuk memahami pasangan dengan baik. Akibatnya hubungan akan semakin renggang, bahkan akan menjadi asing satu sama yang lain. Bila ingin membangun keluarga yang harmonis, redamkanlah ego dan mulailah untuk menyapa. Memang berat pada awalnya, tapi efektif lah untuk menyatukan hati. Tanpa komunikasi tak akan bisa untuk menyentuh hati dari pasangan, dan memahami persoalan yang membelenggu dirinya.

  1. Meminta maaf terlebih dahulu

Jika merasa dirinya selalu paling benar, dan sikap menyalahkan pasangan merupakan jalan yang paling mudah untuk emngakhiri sebuah pernikahan. Tahukah Anda, bahwa si Dia memiliki sejuta alasan untuk mempertahankan egonya. Demi komitmen untuk menciptakan keluarga yang harmonis, mengapa kita tidak meminta maaf terlebih dahulu?

Meminta maaf terlebih dahulu tidak membuat kedudukan kita rendah di matanya, namun sebaliknya. Kita akan memecahkan kebekuan yang telah terbentuk sebelumnya.

  1. Memperbaiki diri

Kita tidak bisa mengharapkan orang lain berubah, kalau kita tidak mengubah diri sendiri. Pasangan kita yang tak sempurna, sesungguhnya kita juga jauh dari kesempurnaan. Sikap dan kebiasaan buruk yang kita miliki, sering tidak kita sadari merupakan penyebab timbulnya perselisihan.

  1. Hindari berburuk sangka

Jika menuduh yang tidak mendasar menjadi pemicu pertengkaran dalam rumah tangga. Menghindari dari berburuk sangka pada pasangan membuat menjadi rileks dalam menjalani kehidupan dan membuat lebih fokus untuk membina keluarga harmonis.

  1. Jangan menutup diri

Setiap pernikahan pasti ada perselisihan. Ada kalanya perselisihan berujung pada pertengkaran yang hebat membuat untuk berfikir mengakhiri pada pernikahan. Jika hal ini terjadi pada pernikahan, tidak salah untuk membicarakan pada pihak ketiga. Bicaralah pada orang yang bersikap adil dan bisa memberi solusi pada kita pada masalah yang sedang di hadapinya. Dengan melakukan yang seperti demikian itu, beban yang di rasakannya akan terasa lebih ringan.

  1. Utamakan kebahagiaan anak

menciptakan kebahagiaan anak
menciptakan kebahagiaan anak

Anak adalah sumber dari kebahagiaan. Akan tetapi anak juga bisa menjadi sumber percekcokan bagi orang tuanya. Meski demikian, hal itu sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban bagi orang tuanya untuk memberikan kehidupan yang tenang dan menyenangkan bagi sang buah hatinya.

Bila kata “cerai” sudah berada di ujung lidah, ada baiknya untuk berfikir ulang demi masa depan sang buah hatinya. Bukankah anak adalah korban dalam sebuah perceraian? Ingatlah bahwa dampak perceraian kerap menimbulkan masalah dalam proses tumbuh kembang anak.

  1. Berdoa

Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta serta berdoa adalah salah satu cara untuk menyelamatkan sebuah pernikahan dan membentuk keluarga yang harmonis dan romantis. Dengan memiliki keyakinan dan bersandar pada kekuatan Tuhan, kita akan mampu bertahan dan menjalani kehidupan pernikahan dengan baik.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi orang tua semuanya. Saran dan kritik dapat menghubungi kontak saya : -facebook : Intan Ayu Miranti, -instagram : @intan.a.m_25, -gmail : intanayumiranti272@gmail.com. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya, dadah…