Macam-macam Hukum Nikah
Macam-macam Hukum Nikah

Mari Kita Ketahui Tentang Macam-macam Hukum Nikah Dalam Islam

Posted on

Macam-macam Hukum Nikah Dalam Islam – Nikah? Berbicara tentang nikah, pasti setiap orang yang normal dan juga dewasa pasti menginginkan untuk menikah. Apalagi bagi laki-laki dan perempuan yang sudah menata niat dan juga sudah mampu.

Macam-macam hukum nikah sebelum menikah setiap orang muslim pasti memiliki kehendak untuk mengetahui berbagai ilmu yang harus disiapkan, bukan hanya ilmu malam pertama, pastikan dengan niat dalam menikah yang sudah benar dan juga di niatkan agar setelah menikah memiliki keharmonisan dalam rumah tangga.

Perkawinan adalah yang mempunyai ikatan lahir dan batin yang diantara pria dan wanita. Sebagai suami istri yang dapat membentuk keluarga yang bahagia berdasarkan dengan ketuhanan yang Maha Esa.

Nikah adalah aqad yang dapat memberikan faedah untuk hukum yang di bolehkan untuk mengadakan hubungan keluarga antara wanita dan juga pria yang dapat mengadakan tolong menolong.

Nikah

Nikah Menurut Islam adalah hubungan yang dapat dijalinkan dengan seorang pria dan juga wanita yang membentuk dalam keluarga rumah tangga yang didasarkan oleh Allah Swt. Kemudian hukum nikah juga banyak sekali dengan dikatakan hukum yang wajib.

Sebenarnya hukum nikah itu memiliki beberapa macam yang seperti wajib, sunnah, makruh, haram, dan juga ada mubah. Lebih jelasnya lagi ada beberapa alasan mengapa hukum nikah itu sangat wajib.

5 Macam-macam Hukum Nikah Menurut Islam

Macam-macam Hukum Nikah
Macam-macam Hukum Nikah
  1. Sunnah

Jika ada seseorang yang sudah dapat untuk menikah, akan tetapi ia masih sanggup untuk menahan hawa nafsu atau menahan dirinya dari perbuatan zina, maka hukumnya adalah sunnah.

  1. Makruh

Makruh adalah jika ada seseorang yang lemah pada syahwatnya dan tidak mampu untuk memberikan belanja bagi istrinya walaupun tidak dapat merugikan istrinya maka hukumnya makruh.

  1. Haram

Jika ada seseorang yang tidak mampu untuk menafkahi dapa istrinya maka hukumnya adalah haram.

  1. Mubah

Hukum nikah mubah bagi laki-laki yang tidak terdesak dengan alasan-alasan yang dapat mewajibkan untuk segera menikah atau karena alasan-alasan yang mengharamkan untuk menikah.

Hikmah Dalam Pernikahan

  1. Cara yang halal dan suci yang dapat menyalurkan pada hawa nafsu syahwat yang melalui ini yang dapat lewat perzinaan, pelacuran dan juga lain sebagainya yang dapat dibenci pada allah dan juga amat merugikan.
  2. Untuk ketentraman kasih sayang, dalam ketenangan hidup.
  3. Merawat kesucian diri.
  4. Melaksanakan pada ketuntutan syariat.
  5. Membuat keturunan yang berguna bagi agama,Negara, dan bangsa.
  6. Dalam media pendidikan: islam yang sangat teliti terhadap menyediakan lingkungan yang sehat untuk membesarkan anak.
  7. Mewujudkan dalam kerjasama dan rasa tanggung jawab.
  8. Dapat mengeratkan pada silaturahim

Pemilihan Calon

Islam yang akan mensyaratkan pada calon suami dan juga calon istri yang akan dituntut dalam islam. Namun, ini hanya panduan dan juga tidak ada dalam paksaan untuk mengikuti pada panduan-panduan ini.

Ciri-ciri bakal suami

  1. Bertaqwa dan beriman pada allah
  2. Bertanggung jawab terhadap semuanya
  3. Memiliki akhlak yang terpuji
  4. Berilmu agama yang dapat membimbing istri dan juga anak-anak kejalan yang benar.
  5. Tidak memiliki penyakit yang seperti gila, AIDS dan lain sebagainya.
  6. Rajin berkerja untuk kebaikan rumah tangga yang seperti mencari rezeki yang halal agar untuk membahagiakan istri dan keluarga.

Penyebab haramnya sebuah pernikahan

Hukum menikah
Hukum menikah

Macam-macam hukum nikah Perempuan yang diharamkan menikah pada laki-laki yang disebabkan pada keturunan. Yang dijelaskan pada surat an-Nisa ayat 23.

Peminangan

Lamaran yaitu sebuah ikatan janji pada pihak laki-laki dan juga perempuan yang dapat melangsungkan pada pernikahan yang mengikuti hari yang dapat dipersetujui oleh dua pihak. Meminang yang merupakan adat bagi kebiasaan masyarakat Melayu yang dapat dihalalkan pada islam.

Rukun nikah

  1. Wali bagi perempuan
  2. Dua orang saksi laki-laki yang harus adil
  3. Ijab Kabul akad nikah
  4. Calon pengantin pada perempuan
  5. Calon pengantin pada laki-laki

Syarat calon suami

  1. Yang beragama Islam
  2. Laki-laki yang hanya tertentu
  3. Bukan lelaki maqram dengan calon istri
  4. Mengetahui pada wali yang sebenarnya bagi akad nikah
  5. Bukan dalam ihram haji/umroh
  6. Dengan kerelaan sendiri dan juga bukan adanya paksaan
  7. Tidak mempunnyai 4 orang istri yang sah dalam suatu masa
  8. Mengetahui bahwasanya perempuan yang berkehendak untuk dapat dinikahi adalah sah untuk dijadikan istri.

Syarat calon istri

  1. Islam atau dengan ahli kitab
  2. Perempuan yang tertentu
  3. Bukan perempuan maqram dengan adanya calon suami
  4. Bukan hanya seorang banci
  5. Akil baligh (telah pubertas)
  6. Bukan dalam berihram haji /umroh
  7. Tidak ada dalam iddah
  8. Bukan hanya istri orang

Syarat wali

  1. Syarat wali
  2. Islam, yang bukan kafir dan murtad
  3. Lelaki dan bukannya hanya perempuan
  4. Yang telah pubertas
  5. Dengan adanya kerelaan sendiri dan bukan paksaan
  6. Bukan dalam ihram haji atau umroh
  7. Tidak berfasik
  8. Tidak tercacat akal dalam pikiran, gila, terlalu tua dan lain sebagainya
  9. Merdeka
  10. Tidak hanya dibatasi dengan kebebasannya membelanjakan hartanya