Karakter Guru Professional
Karakter Guru Professional

5 Karakter Guru yang Baik dalam Proses Pembelajaran

Posted on

Karakter Guru yang Baik  – Dalam proses pembelajaran, seorang guru menjadi figur yang paling diperhatikan oleh para muridnya. Hal tersebut disebabkan karena umumnya seorang guru akan banyak diikuti dan ditiru oleh muridnya, mulai dari segi ilmu pengetahuan hingga segi perbuatan. Guru yang professional lebih dirindukan oleh setiap orang dibandingkan dengan guru yang tidak memiliki tingkah laku yang baik.

Guru yang kuat dan cerdas tidak hanya semata-mata guru yang memiliki fisik badan atau tubuh yang kuat, pandai dan mempesona. Guru yang memiliki karakter kuat memiliki maksud lebih dari itu. Selain fisik yang kuat, guru juga harus memiliki kepribadian yang matang, utuh, berwibawa, dewasa, berbudi pekerti luhur, penuh tanggung jawab, dan bermoral baik.

Disamping itu, guru juga harus memiliki keteguhan atau ketetapan hati untuk berjuang membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui tugas-tugas yang dilakukannya dan tidak mudah terpengaruh dengan keadaan yang dapat menyebabkan mereka keluar dari jalan perjuangan yang benar.

Sedangkan maksud dari guru yang cerdas yaitu guru yang memiliki kemampuan untuk melakukan terobosan atau pemikiran yang dapat menyelesaikan masalah serta mampu melakukan perkembangan-perkembangan agar bisa mencapai tujuan pendidikan dan membangun manusia seutuhnya, baik dari segi intelektual maupun dari segi moral.

Kualitas pendidikan bangsa Indonesia ini ditentukan oleh para gurunya. Guru adalah orang yang bertatap muka secara langsung dengan peserta didik. Semodern dan sebagus apapun sebuah kurikulum dan perencanaan strategi pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas maka hasil pendidikan tersebut tidak akan membuahkan sesuatu yang optimal.

Karakter Guru yang Baik
Karakter Guru yang Baik

Pentingnya kualitas dan peranan seorang guru berkaitan dengan banyaknya masalah yang dihadapi oleh para guru. Hal yang paling mendasar pada masalah tersebut adalah kemauan untuk maju. Jika kita percaya bahwa tidak ada murid yang bodoh dengan multiple intelligences yang dimiliki masing-masing siswa tersebut, maka kita juga harus percaya bahwa tidak ada  guru yang tidak mahir dalam mengajar.

Hanya saja kenyataan yang ada yaitu ketidakmauan guru untuk terus bekerja dan belajar dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya kemauan untuk belajar dan maju. Berikut ini kami akan membahas mengenai karakter guru yang baik dalam proses pembelajaran.

Karakter Guru Professional

Kita sebagai penerus bangsa ini harus melanjutkan perjuangan bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang sudah berusaha memajukan kualitas pendidikan bangsa Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, seorang guru juga harus memiliki karakter lain selain karakter kuat dan cerdas, di antaranya :

  1. Rendah Hati

Karakter ini akan membuat seorang guru memiliki pikiran yang terbuka dan akan mudah menerima hal-hal yang baru. Ia akan terus terang di depan murid ataupun sesama guru jika tidak mengetahui suatu hal yang penting. Ditengah pesatnya perkembangan dan sarana komunikasi, tidak heran jika setiap orang benar-benar harus belajar kembali dan harus siap untuk menjadi seorang pembelajar.

Hal tersebut akan membuat seorang guru yang memiliki karakter ini menjadi mitra belajar yang menyenangkan bagi siswa dan sesama guru. Karakter ini juga dapat menjadi pembuka jalan untuk masuknya ilmu yang baru.

Jika disebuah sekolah semua guru memiliki karakter rendah hati, tentu dalam hal menyalurkan ilmu akan semakin mudah. Selain itu, akan terbentuk komunitas pembelajar karena semua orang dihargai dari apa ilmunya dan kontribusi tenaganya dan bukan dari berapa seniornya ia di sekolah.

  1. Pandai Mengelola Waktu

Seorang guru dituntut untuk pandai dalam mengelola waktu, karena guru memiliki tugas mengajar yang cukup memakan waktu di setiap minggunya. Tidak hanya murid di kelas saja yang memiliki hak terhadap diri seorang guru, tetapi juga keluarga terdekat di rumah juga membutuhkan perhatian.

Guru yang pandai mengelola tentu bisa membedakan prioritas dalam bekerja, mana yang harus dikerjakan secara bertahap dan mana yang harus dikerjakan sekarang.

  1. Menghargai Proses

Saat seorang guru selesai mengajar lalu pulang ke rumah, tentu dalam keadaan yang sangat lelah. Sering juga ketika dilanda kebosanan, seorang guru berucap dalam hati “seperti inikah rasanya menjadi guru”. Sebagai manusia biasa, sangatlah wajar jika pemikiran itu datang. Semua pemikiran tersebut akan hilang jika Anda sebagai guru bisa menghargai proses.

Menghargai Proses
Menghargai Proses

Proses yang dimaksud adalah jalan atau perputaran alam semesta yang Anda rasakan. Ada pagi dan dan siang, ada gelap dan ada terang. Apabila suatu saat kita mengalami kegagalan atau belum berhasil dalam mengajar, hargailah usaha yang Anda lakukan.

Jika Anda mengingat-ingat kegagalan yang terjadi tanpa memandang atau menghargai usaha yang diri Anda lakukan, maka di kemudian hari, Anda akan malas untuk melakukan inovasi yang baru dalam mengajar. Akan timbul perasaan takut atau khawatir untuk berubah hanya karena pernah gagal. Jika hal tersebut terjadi, maka yang akan menjadi korbannya adalah siswa karena Anda sebagai guru akan tampil biasa-biasa saja dan miskin inovasi.

  1. Berpikiran Terbuka

Karakter guru yang satu ini sangatlah diperlukan. Informasi dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik, informasi bisa bertambah dengan cepat. Di jaman modern ini, semua informasi tersedia dimana saja, tinggal bagaimana seseorang bisa memanfaatkan dan mencerna dengan pikirannya. Sebagai seorang guru, sikap berpikiran terbuka sangatlah diperlukan.

Dengan berpikiran terbuka, seorang guru akan semakin mudah untuk menerima perbedaan dan senang dengan perubahan. Banyak sekolah-sekolah yang membagi muridnya menjadi beberapa kategori, yaitu pintar, bodoh dan sedang-sedang saja.

Belum ada pikiran terbuka yang menyebutkan bahwa setiap anak itu unik dan bisa menjadi juara di bidangnya masing-masing. Saat seorang guru memiliki sikap berpikiran terbuka, Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan setiap siswa di kelasnya meraih masa depan sesuai kemampuannya.

Dengan berpikiran terbuka, seorang guru juga akan semakin mudah untuk menyerap ilmu dari siapa saja, meskipun ilmu tersebut sudah pernah diterapkan atau sudah diketahui. Karena di masa sekarang ini, ilmu bisa datang dari siapa saja, entah itu dari buku atau media massa, orang tua siswa, sesama guru atau bahkan dari siswa di kelas.

  1. Percaya Diri

Dalam menerapkan karakter ini, Anda harus bisa membedakan antara rasa percaya diri dengan sombong. Dalam merencanakan dan mempersiapkan materi di kelas, bisa saja guru mengatakan bahwa semua yang akan diajarkannya sudah di luar kepala. Hal tersebut sama saja dikatakan bahwa Ia sebagai guru anti terhadap kegiatan belajar lagi.

Padahal tidak seperti itu arti yang sebenarnya dari karakter guru yang percaya diri. Guru yang percaya diri akan berusaha sekuat tenaga mempersiapkan materi pembelajarannya. Ia akan tetap percaya diri jika ada masalah yang muncul saat sedang merencanakan materi ajarannya.

Seorang guru yang memiliki karakter ini tentu mempunyai keyakinan bahwa sesulit apapun masalah yang timbul, tetap akan memberikan pengalaman dan masukan bagi kariernya mengajarnya di masa depan.