jenis makanan bayi

Jenis Makanan Bayi Yang Harus Anda Pahami!

Posted on

Masih banyak bunda yang baru pertama kali memiliki buah hati dan masih merasa bingung dalam memilih jenis makanan bayi yang tepat. Sehingga bunda yang sering melakukan konsultasi ke dokter malah semakin bingung karena setiap jawaban dari dokter berbeda-beda.

Kenapa sih bunda harus bisa memilih makanan yang tepat untuk bayi? Karena selain penting untuk kesehatan, penting juga untuk perkembangan anak, khususnya pada saat masih bayi. Karena siklus pertumbuhan bayi sangatlah pesat.

Saat bayi baru lahir, rata-rata berat badannya adalah 3 Kg. Tapi mungkin saja dalam kurun waktu beberapa bulan bisa mencapai 9 bulan bahkan lebih. Nah jika sudah berlebihan juga tidak baik bagi anak, apalagi kalau sampai kekurangan. Maka dari itu pemberian makanan pada bayi sangatlah penting, dan harus memenuhi syarat kebutuhan gizi. Supaya tidak terlalu berlebihan atau kekurangan.

Bunda juga supaya memperhatikan kondisi fisik bayi, apakah bayi sudah siap menerima jenis asupan makanan. Nah, kondisi fisik itu meliputi berat badan, tinggi badan, jadwal pemberian imunisasi dan juga metode asupan pola makannya.

Pada prinsip yang sebenarnya, bayi perlu pemberian makanan secara bertahap. Yaitu dari tahap awal dimulai dengan makanan yang cair, kemudian setengah padat, lalu padat dan dilanjutkan makanan biasa yang berupa nasi dan lauk pauk. Jangan lupa selama pemberian makan pada bayi juga harus mengandung asupan air, vitamin, dan mineral.

Jenis jenis makanan bayi yang tepat

makanan bayi
  1. ASI

ASI adalah asupan yang paling penting untuk bayi. Karena ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan bayi. ASI juga mengandung berbagai macam substansi anti-infeksi yang dapat melindungi terhadap berbagai infeksi yang membahayakan.

Pemberian ASI pada bayi yang murni tanpa dicampur oleh asupan lain itu selama 4 bulan, kemudian jika sudah melebihi 4 bulan bayi boleh diberi asupan tambahan seperti bubur susu, biskuit atau buah-buahan.

Jika sudah berumur 6 sampai 9 bulan sudah bisa diberi bubur tim, ASI hanya sebagai tambahan saja. Nah pemberian asupan ASI pada bayi disarankan selama 2 tahun berturut-turut, supaya pertumbuhan bayi berjalan dengan lancar dan lebih sehat.

  1. Susu Formula

Jika bunda sudah semakin sibuk atau ASI bunda tidak keluar. Maka bunda bisa mengganti ASI dengan susu formula yang komposisinya sangat mirip dengan ASI. Dan juga jangan lupa untuk selalu minta petunjuk dokter.

Tapi memang yang lebih baik adalah ASI di bandingkan dengan susu formula. Tapi sebaiknya bunda sebelum memberikan susu formula, konsultasikanlah terlebih dahulu kepada dokter atau para profesional ASI. Karena tidak semua bayi cocok dengan susu formula. Maka harus berhati-hati sekali saat memilih susu formula yang tepat. Agar buah hati tidak sakit dan kesehatannya terjaga.

  1. Buah-buahan

Buah-buahan adalah sumber vitamin dan mineral. Tidak hanya itu saja, tapi buah-buahan juga memiliki kandungan serat yang baik. Nah, bayi yang sudah boleh untuk mengkonsumsi buah-buahan adalah bayi yang menginjak usia 6 sampai 9 bulan.

Buah yang dianjurkan adalah buah pisang, jeruk, pepaya, melon, alpukat, semangka, pir dan tomat. Tapi tidak berbentuk buahnya langsung, bunda bisa membuatnya dengan bentuk jus tanpa gula, dan pengganti gula bisa dengan susu atau madu.

Khusus untuk buah tomat, rebuslah terlebih dahulu setelah dicuci bersih. Lalu saring dan ambil airnya. Atau bisa juga buah hati diperkenalkan dengan “finger foods” yaitu buah yang dipotong-potong hingga berukuran sangat kecil agar bayi bisa memakan buah-buahan dengan tangannya sendiri tanpa disuapi.

Makanan halus ini disarankan untuk dikonsumsi 2-3x/hari. Dan hindari buah-buahan yang bergetah, seperti mangga, durian, sawo, nanas dan lainnya karena dapat menimbulkan diare.

  1. Makanan padat (bubur)

Bayi boleh di beri makanan padat jika sudah menginjak usia 4 sampai 5 bulan. Tapi makanan padat yang dimaksud adalah bubur susu. Bubur susu terbuat dari sereal beras, maizena atau havermout dan ditambah dengan susu. Bubur susu ini bisa didapatkan dengan membeli bubur instan atau bahkan dapat dibuat di rumah sendiri. Tapi yag perlu diingat sebelum membeli bubur instan supaya memperhatikan komposisinya dan tanggal kadaluarsanya terlebih dahulu.

Nah jika bayi sudah menginjak usia 6 bulan, bunda bisa memperkenalkan makanan padat lainnya. Contohnya seperti nasi tim. Nasi tim biasanya terbuat dari bubur beras dan ditambah dengan lauk berprotein hewani atau nabati, seperti ditambah dengan wortel atau bayam.

Kalau bunda ingin membuat nasi tim sendiri, sebaiknya melalui proses penghalusan terlebih dahulu. Tapi jika bayi sudah menginjak usia 10 bulan, bunda tidak perlu melalui proses penghalusan lagi.

  1. Makanan selingan

Makanan selingan bisa berupa biskuit. Yaitu biskuit yang khusus untuk bayi. Biskuit dapat dicampur dengan air atau susu, agar lebih mudah dicerna oleh bayi. Nah, sedangkan makanan selingan untuk bayi yang mengin jak usia 6 bulan yaitu agar-agar, roti, puding, burur kacang dan lainnya yang mudah untuk dicerna.

Tambahan: Pada umumnya bayi harus diberi makan setiap 3 jam sekali, karena lambung bayi akan mengalami pengosongan dalam waktu 3 jam. Maka dari itu jika bayi tidur lebih dari 4 jam supaya dibangunkan dan di beri makanan. Kecuali untuk tidur malam, bunda cukup memberi ASI kepada buah hati.