hukum pacaran

Jika Benar Cinta Dia Tidak Akan Mengajak Pacaran Mari Simak Hukum Pacaran Menurut Agama Islam

Posted on

Hukum Pacaran Menurut Agama Islam – Apa kabar sobat jempoltangan.com, saya disini akan membahas tentang yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat yang ada di tengah-tengah kita saat ini masih belum pada mengetahui apa itu makna dari Hukum Pacaran Didalam Agama Islam, terutama pada saat semua kaum remaja dan yang sudah dewasa ini perlu kita semua jelaskan dengan sebaik mungkin.

Adapun didalam pembahasan kali ini sangatlah banyak sekali dimulai dari hukum pacaran menurut agama islam, pacaran menurut agama islam, hukumnya berpacaran, dan bahkan masih banyak lagi. Supaya para remaja khususnya yang ada di Negara Indonesia ini yang masih menyandang status islam juga wajib untuk mengerti atau mengetahui hukumnya dari pacaran jarak jauh didalam agama islam yang sebenarnya.

Melakukan pacaran biasanya dilakukannya untuk menjalin kasih sayang diantara kedua pemain atau pelaku yakni dari kaum laki-laki dan perempuan yang biasanya hanya untuk mencintai dalam waktu sesaat saja. Dan terkadang saya juga menjumpai ada yang disaat berpacaran ada yang berfikir serius dan juga berniat untuk memilih pacarnya itu sebagai pendamping hidupnya untuk selama-lamanya yakni menikah.

Tetapi yang perlu kita lebih perhatikan ialah tentang bagaimana hokum dari pacaran yang ada didalam syariat agama islam, dan kita sebagai umat islam harus dan bahkan wajib untuk mengetahuinya. Dikarenakan dimasa yang sekarang ini melakukan pacaran melakukan hal yang sudah familiar atau umum untuk dilakukan oleh para remaja atau kaum dewasa pada jaman seperti sekarang ini, dan seluruh kaum muslim yang ada di tanah air Indonesia ini.

Berpacaran Dalam Agama Islam

Tentu saja kita semua harusnya mengetahui hokum dari melakukan berpacaran, dan disini saya akan bertanya terhadap anda semua,lalu  apakah berbuat Pacaran itu diharamkan ataukah malah dibolehkan? Dan adapun hal ini hanyalah untuk mengingat didalam melakukan larangan dalam istilah pacaran terhadap agama islam, untuk mencari kesenangannya saja, untuk melakukannya berduaan, berpelukan, bersentuhan, dan masih banyak lagi.

Hukum atau larangan melakukan Pacaran Menurut Agama Islam ialah mutlak HARAM dan bahkan tidak ada perdebatan sama sekali. Dengan adanya ini kita selaku sesame kaum muslim wajib saling mengingatkan satu sama lain, agar kita saling terjaga dari adanya pelanggaran. Dan selaku orang tua juga harus mengetahui tentang situasi anak-anaknya yang sedang belajar di sekolah yang umum, karena terkadang kebanyakan orang tua membiarkan anaknya untuk melakukan berpacaran.

Padahal seharusnya dan lebih baiknya orang tua harus menasikhati pada anak-anaknya, agar anak-anaknya tidak melakukan pacaran. Apakah anda tahu, sebagai orang tua mempunyai kewajiban untuk mendidik anaknya dengan didikan yang baik sehingga bisa mempunyai ahklak yang baik dan yang sesuai dengan ajaran yang ada di agama islam. Apa lagi kita semua sekarang kan sudah tau hokum dari melakukan pacaran itu adalah Haram, jikalau kita semua lakukan dengan sengaja ataupun dengan tanpa sengaja, maka Allah akan mencatat dosa yang kita sudah perbuat.

berduaanHukumnya Berpacaran Dalam Agama Islam

Para saudaraku para kaum muslimin, karena bahwasannya Allah telah berfirman dalam kitabnya dan juga sabda dari para Rosulullah SAW. Didalam sunahnya serta ijma’nya para ulama dan adapun dari firman Allah yang mengenai tentang adanya pacaran, haramnya berbuat zina maka dia adalah termasuk berbuat keji dan mendapat dosa yang besar.

Berdasarkan firman Allah :

Dan janganlah kalian mendekati pada perbuatan zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji, dan termasuk jalan yang buruk” Al-Isra. 32.

“dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan pada hari akhir, maka janganlah sekali-kali berduaan atau menyepi dengan orang yang bukan mahromnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan” HR, Ahmad.

dan adapun dari beberapa firmannya Allah yang ada didalam kitabnya dan juga dari beberapa hadist Rasulullah yang ada di atas, sudah dijelaskan, dan juga bisa kita semua ambil kesimpulannya ataupun inti dari makna tersebut. Karena bahwasannya melakukan pacaran atau melakukan suatu hubungan diantara kaum laki-laki dan perempuan yang disitu bukanlah mahromnya, adalah salah satu dari perbuatan yang mendekati zina.

Dikarenakan Allah dan para Rasulnya sudah dengan jelas melarang kita semua untuk berduaan dengan seseorang yang bukan mahromnya. Dan juga perlu kita semua ketahui, berpacaran atau mendekati zina Allah menyebutnya dengan perbuatan yang keji dan juga nista, seandainya jika kita menyentuh terhadap seseorang yang bukan hamrom kita dan yang pada akhirnya kita terjerumus.

Kita semua hampir sering mengartikan kalimat “jatuh cinta” pada kata “kecenderungan”. Jatuh cinta juga perupakan pada sesuatu yangmelebihi dari yang lainnya. Jika ada seorang laki-laki yang jatuh cinta terhadap seorang wanita, artinya dia sudah mempunyai kecenderungan kepada perempuan itu, dan melebihi pada perempuan yang lainnya.

Lalu apa yang seharusnya kita ketahui tentang perasaan ataukah tentang kecenderungan, jikalau misalnya anda memiliki perasaanterhadap lawan jenismu , ini bisa menimbulkan fitnah terhadap manusia. Dan yang perlu kita semua ketahui adalah didalam agama islam adalah merupakan agama yang tidak pernah bertentangan terhadap fitnahnya manusia. Makadari itu islam tidak akan melarang ataupun menggap dosa terhadap yang mempunyai perasaan jatuh cinta terhadap lawan jenis.

Hukum Pacaran dan Memandang Wanita Yang Bukan Mahromnya

Adapun memandang wanita yang bukan mahromnya sebenarnya tidaklah diperbolehkan, tetapi ada beberapa macam yang mengenai tentang memandang wanita, sebagaimana yang ada didalam Al.Quran dan juga Hadist yang menyatakan sebagai berikut :

dan jikalau kalian semua para sahabat telah meminta suatu hujat atau kebutuhan kepada mereka para istri-istri Rasulullah SAW maka mintalah dari balik hijab, Makah hal itu lebih bersih dan suci bagi kalbu dari kalian dan juga kalbu mereka” Al-Ahzab ayat 53.

Dan berdasarkan dalil yang diatas, bahwasannya memandang terhadap yang bukan mahromnya saja tidak diperbolehkan, apalagi jika dengan disengaja kita memandang kepada yang bukan mahrom kita, dan adapun memandang wanita yang bukan mahromnya adalah bisa jadi suatu syahwat. Dan perilaku ini sangatlah di benci Allah.

Larangan Pacaran Dalam Agama Islam

Hal ini yang perlu kita hindari dan jauhi terhadap berduaan diantara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya, akan tetapi sedikit dari kita semua yang sudah mengetahui dari alasan ilmiah yang ada di balik perintah itu, didalam hadist Rosulullah SAW terlah bersabda:

“Dan janganlah seorang laki-laki berduaan dengan wanita kecualli wanita itu adalah mahromnya” HR. Bukhori dan Muslim.

Dan sekiranya cukup sampai sini artikel tentang Hukum Pacaran Menurut Agama Islam, semoga anda semua dan termasuk saya bisa mengambil hikmah dari artikel ini, mohon maaf jika ada salah kata dan juga salah penulisan, semoga bermanfaat, cukup sekian dan terimakasih.