Inilah Yang Terjadi Pada Saat Hamil Minggu Pertama!

Posted on

Gejala hamil – Bagi kebanyakan wanita, terutama yang baru menjadi sepasang suami istri. Pasti yang ditunggu-tunggu adalah kabar gembira bahwa istri sedang hamil. Tapi, mungkin kamu perlu beberapa minggu untuk menunggu sampai gejala hamil terjadi pada perut kamu. Atau bisa juga dengan perubahan-perubahan kecil yang terjadi setelah kamu berhubungan intim. Jadi tidak heran jika banyak pasangan yang ingin mengetahui kehamilan istri dengan cepat. Yaitu mereka akan berusaha selalu memperhatikan gejala hamil mingu pertama. Karena banyak juga yang tidak menyadari gejala hamil pada minggu pertama. Bahkan sampai di minggu ke 2 juga belum menyadari.

Karena sebagian wanita ada yang beranggapan bahwa siklus menstruasi bulanan merea sedang terlambat. Memang siklus bulanan bagi wanita itu bervariasi, ada yang terlambat ataupun terlalu cepat. Tapi kita sebagai wanita supaya mencatat siklus menstruasi masing-masing.

Memang tidak ada tanda yang jelas saat hamil minggu pertama. Tapi mungkin ada beberapa tanda, seperti kelelahan, terlambat haid, muntah, mual, dan payudara terasa lebih sensitif. Jika sudah mengalami gejala seperti hal tersebut, biasanya itu terjadi pada wanita yang sudah hamil selama empat sampai lima minggu pertama.

Jika kamu sudah mengalami gejala-gejala tersebut, tidak semuanya itu adalah gejala kehamilan. tapi gejala tersebut bisa terjadi juga bisa disebabkan oleh lain yang bukan gejala kehamilan. Karena pembuahan itu berlangsung selama dua minggu, itu juga menajdi alasan utama mengapa hamil minggu perama tidak terdeteksi.

Nah jika kamu ingin mengetahui kalau kamu benar-benar hamil, kamu bisa melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan bisa kamu lakukan dirumah sendiri dengan test pack atau kamu bisa memeriksanya ke dokter atau bidan.

Apa saja gejala hamil minggu pertama?

Nah di bawah ini merupakan gejala gejala hamil minggu pertama yang menandakan bahwa kamu sedang mengalami kehamilan.

  1. Gejala Hamil Perut Kram dan Bercak Darah

Kamu akan menemukan beberapa bercak darah di celana atau perut terasa kram setelah kamu menjalani hubungan intim, kram pada perut juga rasa sakitnya seperti kram saat menstruasi. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena telur yang sudah dibuahi oleh sperma akan melakukan penempelan di bagian dinding rahim, atau biasa disebut dengan pendarahan implantasi.

Hal ini dapat terjadi pada satu hingga dua minggu setelah telur dibuahi. Selain ua hal tersebut, kamu juga bisa mengalami keputihan yang berlebih, karena dinding vagina akan melakukan penebalan.

  1. Gejala Hamil Mengalami Telat Menstruasi

Telat menstruasi adalah hal yang sangat jelas dan dapat sangat mudah diketahui sebagai tanda kehamilan. Tapi jangan dijadikan patokan ya, karena tidak semua yang telat menstruasi adalah gejala dari kehamilan.

Bahkan saat kehamilan berlangsung saja dapat mengalami menstruasi. Untuk memastikan yang lebih benar, kamu bisa melakukan tes kehamilan setelah kamu mengalami telat menstruasi.

  1. Gejala Hamil Mengalami Perubahan Payudara

Payudara mungkin menjadikan gejala pertama pada kehamilan. Yaitu pada dua minggu setelah pembuahan, hormon-hormon pada tubuh akan mengalami beberapa perubahan. Yang mana pastinya menyebabkan perubahan pada payudara.

Yaitu payudara akan menjadi lebih sensitif, terasa nyeri ketika disentuh, terasa bengkak, dan juga erasa lebih kenyang atau berat. Namun, jika pada kehamilan minnggu pertama, gejala ini belum tentu muncul.

  1. Gejala Hamil Mengalami Mual atau Muntah

Nah jika pembuahan sudah terjadi selama tiga minggu, mungkin gejala ini akan muncul. Karena hal ini berkaitan denga hormon kehamilan. Hal ini bisa terjadi kpan saja, baik itu pagi hari ataupun malam hari. Bisa dengan mual saja atau bahkan dengan muntah sekaligus.

Karena ibu hamil juga memiliki indera penciuman yang tinggi, sehingga akan sangat sensitif jika mencium bau-bau yang tidak sedap atau bau yang terlalu menyengat. Dan biasanya ibu hamil akan memilih makan tertentu untuk dimakan atau sesuai selera, bahkan sering kepingin makanan yang tidak biasanya atau biasannya sering disebut dengan mengidam.

Karena ibu hamil akan sangat sensitif indera penciumannya, sehingga akan memilih makanan yang di inginkannya saja supaya tidak muntah.

  1. Gejala Hamil Mengalami Kelelahan

Kelelahan adalah hal yang wajar di saat kamu sedang mengalami proses kehamilan. Kelelahan akan terjadi pada saat satu minggu setelah pembuahan atau di minggu-mingu awal. Hal ini terjadi disebakan karena adanya peningkatan hormon progesteron pada tubuh.

Selain peningkatan homon, yang dapat menyebabkan kelelahan antara lain yaitu penurunan kadar gula darah, produksi darah yang lebih, atau penurunan tekanan darah. Akibatnya ibu hamil akan sakit kepala ringan, sembelit bahkan pingsan.

Kenapa bisa terjadi pingsan? Karena pembuluh darah akan membesar dan tekanan darah turun. Kemudian ibu hamil juga akan mengalami mood yang berubah-ubah dan sangat emosional, dikrenakan mengalami banir hormon (hormon berlebih).

Bagaimana merawat kehamilan dengan baik?

Caranya cukup mudh, yaitu kamu melakukan diet dan olahraga. Pada gejala hamil minggu pertama, mineral dan vitamin prenatal sangat penting untuk dikonsumsi. Dan juga hindari untuk meminum minuman yang mengandung alkohol dan berhenti untuk merokok. Walaupun itu hanya segelas anggur ataupun makanan yang tidak sehat, karena akibatnya akan mempengaruhi perkemabangan janin selama minggu pertama.

Supaya kehamilan bisa berjalan dengan lancar dan baik, perlu mempersiapkan hal sebaik mungkin. Kamu perlu memberi nutrisi di makananmu untuk perkembangn janin. Dan juga menghinari dari makanan cepat saji, dan meningkatkan sayuran hijau. Dengan kmau memperbanyak makan sayuran hijau, kamu akan merasa lebih baik dan juga sayuran hijau dapat menghindari makanan yang dapat membuat mual atau muntah.

Dan setelah mengkonsumsi yang sehat-sehat, ibu hamil perlu olahraga ringan yang rutin untuk kesehatan janin dan bayi. Selain untuk kesehatan bayi, dengan olahraga yang rutin uga  dapat membantu dalam proses kelahiran dan pemulihan setelah kehamilan. Kamu dapat olahraga selama 30 menit di pagi hari, bisa dengan olahraga yoga atau senam lantai yang ringan.