bawang merah
bawang merah

Mari Flashback Dengan Cerita Legendaris Bawang Putih dan Bawang Merah

Posted on

Cerita Legendaris Bawang Putih dan Bawang Merah – Disini saya akan berbagi cerita untuk sahabat jempoltangan.com semua, Pada suatu hari di zaman dahulu pada saat ada keluarga yang tinggal di suatu desa yang terdiri dari satu ayah, ibu, dan mempunyai anak yang bernama Bawang Putih, mereka termasuk keluarga yang bahagia, meskipun hidup mereka tidak terbilang orang yang kaya, ayahnya hanyalah seorang pedagang biasa, tetapi mereka hidup rukun, kompak, dan damai, tetapi suatu hari ibu dari bawang putih jatuh sakit, dan akhirnya meninggal, disitu bawang putih sangatlah berduka berkat kepergian ibunya, demikian ayahnya merasa sangat terpukul karna sepeninggalan istrinya.

Kemudian disebuah desa hiduplah seorang janda yang juga memiliki anak perempuan yang mempunyai nama Bawang Merah, dan sepeninggalan ibu kandung dari bawang putih, janda itu sering main di rumah Bawang Putih, janda itu sering membawa makanan, sering membantu bawang putih membereskan rumah, atau hanya mengajak ngobrol Bawang Putih. Kemudian ayah dari Bawang Putih berpikiran bahwa akan lebih baiknya jika ayah dari Bawang putih itu menikahi janda tersebut saja, supaya hidup Bawang Putih tidak kesepian dan juga tidak terlalu larut dalam kesedihan.

Dan dengan pertimbangan dari pihak Bawang Putih maka akhirnya ayah dari Bawang Putih pun janda itu atau ibu dari anak yang bernama Bawang Merah, pada awal ibu Bawang merah sangatlah berperilaku baik terhadap Bawang Putih, tetapi lama kelamaan sifat asli dari ibu Bawang Merah pun muncul, yaitu sifat yang pemarah, egois, dan tidak mau mengalah bahkan selalu memaksakan kehendak. Ibu dan Bawang Merah sering memarahi Bawang Putih dan juga selalu memberikannya pekerjaan yang berat, dan jika ayah dari Bawang Putih sudah mulai berangkat berdagang atau berangkat berkerja, Bawang Putih harus mengerjakan semua tugas yang seharusnya dikerjakan oleh ibu dan juga Bawang Merah, atau segenap mengerjakan pekerjaan rumah. Dan tentu saja ayah dari Bawang Putih tidak mengetahuinya jika Bawang Putih diperlakukan seperti layaknya bukan anak dirumah, tetapi layaknya pembantu yang harus megerjakan semua pekerjaan rumah.

Dan Bawang Putih pun tidak pernah mengadukan semua perilaku yang di lakukan ibu dan sodara tirinya terhadapnya kepada ayahnya. Dan suatu saat ayah kandung dari Bawang Putih pun jatuh sakit, dan kemudian ayah dari Bawang Putih Meninggal dunia. Dan semenjak ketiadaan ayah kandung dari Bawang Putih ibu dan sodara tirinya Bawang Merah menjadi semakin berkuasa dan berprilaku semena-mena terhadap Bawang Putih, Bawang Putih pun hampir tidak pernah ada kata beristirahat, Bawang Putih selalu harus bangun tidur sebelum waktu subuh tiba, guna mempersiapkan air mandi hangat untuk ibu dan juga untuk sodara tiri Bawang Putihnya itu

Lalu kemudian Bawang Putuh harus mengasih makan terhadap ternak, mencuci baju ke sungai, menyirami kebun, dia juga harus menyetrika baju-baju dari ibu dan juga Bawang Merah, membersihkan rumah area rumah, dan juga masih banyak lagi pekerjaan yang harus di kerjakan Bawang Puti. Tetapi bawang putih selalu saja mengerjakan semua pekerjaan yang di berikan ibu tirinya itu, karena Bawang Putih selalu berfikiran bahwa suatu saat nanti ibu tirinya itu akan mencintai dan menyayanginya seperti ibu tirinya itu mencintai dan menyanyangi terhadap anak kandungnya yaitu Bawang Merah.

Dan seperti biasanya, yaitu setiap pagi Bawang Putuh harus membawa bakul yang berisikan pakaian kotor dari ibu dan juga saudara tirinya itu yang harus segera di cuci di sungai. Dengan diiringi nyanyi dengan suara kecil Bawang Putih menyusuri jalan setapak demi setapak di pinggir hutan yang berukuran kecil yang setiap harinya di laluinya guna menuju ke sebuah sungai untuk mencuci baju. Pada hari itu cuaca sangatlah cerah sehingga menambah semangat pada diri Bawang Putih, dan Bawang Putihpun segera bergegas mencuci baju-bajunya dan juga baju dari ibu sekaligus baju sodara tirinya itu. Ketika sudah sampainya di sungai ia langsung bergegas mencuci dan saking asiknya Bawang Putih tidak menyadari bahwa salah satu dari cuciannya itu ada yang hanyut terbawa arus yang saat itu sangat deras. Celakannya cucian yang hanyut adalah baju kesayangan dari ibu tirinya itu.

Dan ketika Bawang Putih sadar bahwa pakaian yang hanyut itu sudah jauh, kemudian Bawang Putihpun mencoba menyusuri di pinggiran sungai guna mencari baju ibu tirinya yang hanyut itu. Tetapi tidak berhasil juga dia menemukan baju ibu tirinya itu, dengan wajah lesu dan juga perasaan putus asa Bawang Putihpun pulang dengan tidak membawa baju ibu tirinya yang hilang itu.

Setelahnya sampai Bawag putih di rumahnya dia langsung dibentak ibunya “dasar ceroboh, bentak ibunya, ibu tidak mau tahu pokonya baju itu jarus ketemu, dan kamu harus segera mencari baju ibu itu! Dan jangan berani pulang ke rumah jikalau baju itu belum ketemu, mengerti Bawang putih?’’

Kemudian Bawang Putih pun terpaksa menuruti permintaan dari ibu tirinya itu, lalu dia segera menyusuri kembali sungai guna mencari baju ibunya yang hanyut itu. Tetapi Bawang Putih belum juga menemukan baju tersebut. Kemudian Bawang Putih menanyakan kepada paman yang ada di sungai sedang memancing ikan, dia bertanya apakah paman itu melihat baju merah yang hanyut di sungai, tetapi paman itu menjawab tidak mengerti, dan dia juga bertanya kepada nenek yang mempunyai rumah di dekat sungai, dia bertanya pada nenek itu ‘’nek apakah nenek menjumpai baju warna merah, kalau iya itu adalah baju dari ibu tiri saya yang hanyut ketika saya menyucinya nek?’’

Dan kemudian nenek itu menjawab “ iya nak tadi ada baju merah yang menyangkut di depan rumahku, padahal aku sudah senang sekali bisa menemukan baju yang sebagus itu, yaudah nak nenek akan mengembalikan baju itu. Tetapi gantinya kau harus menemaniku selama seminggu karna aku sangatlah kesepian’’. Dan Bawang Putih pun merasa iba terhadap nenek itu, dan Bawang Putihun setuju dan dia menginap di rumah nenek itu selama seminggu.

Dan seminggu pun berlalu, sudah waktunya Bawang Putih pulang, kemudian nenek itu pun memberi Bawang putih hadiah, yaitu nenek memberi hadiah sebuah labu dan labunya ada yang ukura besar dan juga kecil, bawang putih di seruh memilih, trus Bawang Putih Memilih labu yang ukurannya kecil, kemudian Bawang Putih pun berterima kasih dan bergegas pulang, dan sesampainya di rumah Bawang Putih pun memberikan baju ibu tirinya itu, dan sementara ibunya langsung membelah labu yang diberikan nenek itu guna dimasak, tetapi keajaiban pun datang yakni ketika labu itu di buka ternyata di dalam labunya itu tedapat emas, permata, dan juga berlian yang berjumlah sangat banyak, mereka berteriak saking kaget dan terkejutnya.

Kemudian keesikan harinya ibu tirinya menyuruh Bawang Putih untuk kembali ke rumah nenek itu dan meminta labu kembali, dan ibunya juga menyuruh supaya Bawang Putih memilih labu yang ukurannya besar, tetapi Bawang putih tidak mau, dan bergegaslah ibu dan juga sodara tirinya yang berangkat ke rumah nenek itu dan meminta serta memilih labu yang besar supaya isi emas , permata, dan juga berliannya juga banyak. Tetapi apa, isi dari labu yang dibawa ibu serta sodara tirinya itu malah berisi kecoa, kaki seribu dan msih banyak lagi hewan yang berbisa yang terdapat didalam labu itu. Itu semua adalah hasil dari orang yang serakah dan tidak tulus.

Setidaknya segini dulu Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih, semoga bisa diambil hikmahnya dan semoga bermanfaat, mohon maaf jika terjadi kesalahan baik dari kata atau kah dari penulisannya, cukup sekian dan terimakasih.