candi kerajaan majapahit
candi kerajaan majapahit

Candi Kerajaan Majapahit Cocok Untuk Liburan Keluarga

Posted on

Candi Kerajaan Majapahit Cocok Untuk Liburan Keluarga

Candi Kerajaan Majapahit -Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas artikel tentang candi kerajaan majapahit. Kerajaan majapahit adalah kerajaan yang terbesar di nusantara ini , dan kerajaan ini berkuasa nantara tahun 1293 sampai 1500 masehi. Dan dimana wilayah yang dikuasai sama kerajaan majapahit ini, kekuasaanya terbentang dari pulau jawa, sumatra, kalimantan bahkan sampai ke semanjung malaya.

Kerajaan majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa raja hayam wuruk yang berkuasa pada tahun 1350 sampai tahun 1389 masehi. Selain itu, kerajaan majapahit adalah salah satu kerajaan hindu dan budha yang terakhir yang berkuasa di nusantara.

Berikut ini beberapa peninggalan kerajaan majapahit:

Candi Tikus

Candi Tikus
Candi Tikus

Candi ini merupakan peninggalan kerajaan majapahit, awalnya candi ini terkubur oleh tanah, dan akhirnya ditemukan kembali dan digali lagi pada tahun 1914 yang lalu. Sedangkan pemugaran (proses) candi tikus ini dilakukan pada tahun 1984 sampai 1985.

Nama “tikus” adalah sebutan dari masyarakat setempat, sebab pertama kali ditemukannya candi tikus ini dan candi ini menjadi sarangnya tikus. Bentuk dari candi ini yang mirip dengan sebuah pertirtaan yang mengundang perdebatan dikalangan para ahli sejarah dan ahli arkeologi tentang fungsi dari candi tikus ini.

Candi Brahu

Candi Brahu
Candi Brahu

Candi brahu ini merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit yang juga berada di komplek trowulan. Desa bejijong, kecamatan trowulan , kabupaten mojokerto provinsi jawa timur.

Candi ini dibangun dengan nuansa budha dan menghadap ke utara terus menggunakan batu bata merah, dengan panjang 22,5 meter dan lebar 18 meter, dan tinggi 20 meter. Candi brahu ini medapat sebutan bangunan suci yang disebutkan dalam prasasti alasantan, dan dimana tempat ditemukan prasasti ini tidak jauh dengan candi brahu ini.

Perkiraan candi brahu ini dibangun pada abad ke 15 masehi, walaupun ada beberapa para ahli yang berbeda pendapat. Sebab ada yang mengatakan bahwa candi brahu ini candi yang tertua dari pada candi-candi yang ada di trowulan ini.

Dalam prasati disebutkan bahwa candi brahu ini tempat pembakaran jenazah (krematorium). Dan jenazahnya itu para raja-raja majapahit, tapi dalam penelitian tidak ada seorangpun yang menemukan bekas abu dari jenazah didalam candi tersebut.

Candi Cetho

Candi Cetho
Candi Cetho

Selanjutnya, candi cetho ini bercorak hindu dan juga merupakan candi peninggalan kerajaan majapahit yang diperkirakan dibangun pada akhir masa pemerintahan kerajaan majapahit yaitu pada abad ke 15 masehi. Candi cetho ini sering jadi tempat ziarah para warga setempat yang beragama hindu sebagai tempat pemujaan. Terkadang candi cetho ini dijadikan sebagai tempat pertapaan bagi kalangan yang menganut kepercayaan jawa asli (kejawen).

Candi cetho ini ditemukan dalam keadaan sudah reruntuhan dengan 14 teras atau punden bertingkat dengan bentuk memanjang dari barat sampai ke timur dan sekarang hanya tersisa cuman 13 teras saja. Candi cetho ini terbentuk dari tubuh manusia seperti wayang kulit dengan muka menghadap kesamping dan badan menghadap kedepan.

Penggalian pertana kali dilakukan pada tahun 1928 dengan tujuan untuk rekonstruksi yang dilakukan oleh dinas purbakala hindia belanda. Berdasarkan hasil penelian, usia candi cetho ini tidak jauh dengan candi sukuh.

Candi Jabung

Candi Jabung
Candi Jabung

Candi yang satu ini terletak di desa jabung, kecamatan paiton, probolinggo, jawa timur. Candi terbentuk atau terbuat dari batu bata merah yang disusun dengan rapih, dan candi ini masih bertahan setelah sekian tahun. Raja hayam wuruk ini pernah jadi tempat persinggahan.

Candi jabung ini bercorak bangunan hindu, dan sedangkan struktur bangunan ini terlihat hampir serupa dengan candi bahal dari peniggalan kerajaan sriwijaya di sumatra utara.

Pada bagian barat candi jagung ini terdapat candi kecil yang berguna sebagai pelengkap candi jabung. Menara dari candi jabung ini dibangun dengan material batu bata dengan ukuran 2.55 meter dan tinggi dari candi ini sekitar 6 meter. Bentuk dari candi ini terdiri dari bagian batur, kaki, tubuh dan juga atap bentuk tubuh yang bulat yang berdiri diatas kaki candi bertingkat 3 bebrbentuk persegi.

Di candi jabung ini, belum ada tarif resmi atau tiket masuk untuk mengunjungi candi. Sebelum pengunjung masuk dalam wilayah candi jabung ini, pengunjung harus lapor ke petugas dahulu yang menjaga lokasi candi dan mengisi buku tamu yang datang ke candi jabung ini.

Candi Surawana

Candi Surawana
Candi Surawana

Candi surawana ini terletak di desa canggu, kecamatan pare, kediri, jawa timur.  Candi ini memiliki nama, dan mana aslinya itu candi wishnubhawanapura yang dibangun pada abad ke 14 masehi. Candi ini dibangun dengan corak hindu dan keadaanya sudah tidak utuh lagi sekarang.

Bagian dasarnya sudah mengalami rekonstruksi dan sedangkan untuk bagian badan serta bagian atap candi sudah hancur dan tidak tersisa dan hanya kaki candi surawana saja. Dengan ketinggian 3 metersaja yang masih berdiri tegak. Candi surawana ini berukuran 8 meter x 8 meter. Semua candi surawana ini sudah hancur dan hanya tertinggal kaki candinya saja dengan tinggi 3 meter.

Gapura Bajang Ratu

Gapura Bajang Ratu
Gapura Bajang Ratu

Candi peninggalan kerajaan majapahit ini yang terakhir adalah yaitu gapura bajang ratu. Gapura ini diperkirakan dibangun pada abad ke 14, gapura ini terletak di desa temon, kecamatan Trowulan, mojokerto, jawa timur. Gapura ini merupakan gapura terbesar yang pernah dibangun oleh kerajaan majapahit pada masa kejayaanya kerajaan majapahit ini.

Bangunan gapura ini berfungsi sebagai pintu masuk untk memperingati wafatnya raja jayanegara. Tapi, sebelum raja jayanegara meningga gapura ini menjadi pintu belakang kerajaan majapahit. Gapura bajang ratu ini dibuat dengan material batu bata merah kecuali untuk daerah lantai tangga serta pintu bawah dan atas yang dibuat menggunakan batu andesit.

Demikian artikel tentang candi kerajaan majapahit, semoga bermanfaat dan untuk menambah ilmu saja sekian dan terima kasih…