asal usul tangkuban perahu
asal usul tangkuban perahu

Mari Ketahui Asal-Usul Tangkuban Perahu

Posted on

Mari Ketahui Tentang Cerita Tangkuban Perahu

Asal Usul Tangkuban Perahu – Tangkuban perahu merupakan tempat yang sekarang digunakan sebagai tempat wisata, yang mana sering dikunjungi oleh banyak orang. Tangkuban perahu ini termasuk dongeng rakyat yang biasa diceritakan untuk dongeng sebelum tidur. Tangkuban perahu ini berada di jawa barat tepatnya di kabupaten Bandung.

Tangkuban perahu ini memiliki arti yang mana artinya adalah perahu terbalik, menurut cerita dibawah juga tangkuban perahu ini merupakan perahu yang terbalik karena ditendang oleh Sangkuriang. Menurut konon cerita rakyat juga, bahwa tangkuban perahu merupakan perahu yang terbalik. Adapun ceritanya simak berikut ini,

Pada zaman dahulu, ada seekor anjing dan juga babi yang mana kedua hewan tersebut adalah jelmaan dewa. Kisah ini bemulai dari seorang dewa adn dewi yang mana karena perbuatan yang mereka buat, mereka harus menjalani hukuman yang mana hukuman tersebut adalah dia harus hidup di dunia dengan menjelma sebagai babi dan juga anjing.

Adapun nama dari dewa dan dewi tersebut adalah, untuk dewi yang menjelma menjadi babi adalah Wayung Hyang, sedangkan dewa yang menjelma sebagai anjing adalah Tumang. Wayung Hyang atau babi jelmaan ini dihukum menjadi babi atau celeng, ini dia terus berusaha untuk berbuat kebaikan dihutan tersebut.

Sedangkan, dewa atau Tumang ini dia mengabdi dikerajaan sebagai anjing pemburu pada seorang raja yang bernama Raja Sumbing perbangkara. Sampai pada suatu ketika, Raja Sumbing ini berburu kehutan yang mana hutan itu berada ditepi kerajaan. Dan ketika sampai disuatu tempat Raja Sumbing ini merasa ingin kencing, lalu dia kencing dan secara tidak sengaja kencing itu tertampung oleh batok kelapa.

Tidak lama, selang beberapa waktu babi jelmaan dewi ini lewat, yang mana dia kehausan kemudian babi tersebut meminum kencing Raja Sumbing. Tanpa pikir yang panjang dewi jelmaan babi ini langsung meminumnya, dan siapa sangka dewi jelmaan babi ini hamil. Lalu, raja sumbing datang lagi kehutan untuk menuruti hobinya yang suka berburu.

Ketika itu Raja Sumbing sedang berburu rusa atau kijang, lalu ketika itu juga Raja Sumbing mendengar suara tangisan bayi. Raja Sumbing lalu mencarinya dan ditemani oleh anjing pemburunya yakni Tumang. Akhirnya, raja sumbing menemukan anak bayi perempuan yang sangat cantik, yang mana bayi itu adalah anaknya sendiri.

Pertama kali Raja Sumbing ini melihat bayi tersebut, Raja Sumbing ini langsung tertarik oleh elok parasnya bayi, Raja Sumbing membawanya pulang dan mengangkat bayi tersebut sebagai anaknya. Kemudian bayi perempuan tersebut oleh raja dan juga ratu ini diberi nama Dayang Sumbing. Ketika Dayang Sumbing sudah dewasa Dayang Sumbing menjadi wanita yang cantik dari parasnya.

Kecantikan Dayang Sumbing ini terdengan sampai penjuru kerajaan sampai dengan pengeran-pangerannya. Dayang Sumbing ini menjadi perebutan mereka semua karena kecantikannya, dan akhirnya, terjadilah peperangan dimana-mana. Dengan keadaan seperti itu Dayang Sumbing langsung meminta pada ayahnya untuk pergi dari kerajaan untuk menyendiri.

Dan akhirnya Raja Sumbing menyetujuinya dan menyuruh untuk membawa anjing pemburunya untuk menemaninya. Ketika sudah sampai di tepi hutan Dayang Sumbing ini tinggal disebuah pondok. Dayang hidup dipondok itu hidup secara sederhana dan tidak ada seorangpun yang tahu bahwa Dayang Sumbing berada dihutan.

Dipondok tempat tinggal Dayang Sumbing, Dayang Sumbing mengisi kegiatannya dengan menenun. Dan suatu hari, dayang sumbing merasa malas dan mengantuk sampai alat tenunannya ini jatuh (torak). Dayang Sumbing merasa malas dan sampai-sampai Dayang Sumbing ini bersumpah, “barang siapa yang mengambilkan alat tenunnya yang jatuh, maka dia akan menikahinya”.

Dan saat itu juga Tumang anjing pemburu ini mengambil alat tenunnya dan memberikan pada Dayang Sumbing. Demi melunasi sumpahnya Dayang Sumbing langsung menikahinya. Lalu Raja Sumbing mendengar kabar tersebut raja sempat kaget, kenapa kok harus sama anjing dan raja sumbing merasa malu.

Akhirnya putrinya ini telah mengandung anak dari anjing pemburunya, karena raja merasa malu lalu Dayang Sumbing ini dasingkan dihutan bersama anjing Tumang. Dan tidak ada yang tahu bahwa anjing Tumang ini adalah jelmaan dewa, dan yang mengetahui hanyalah Dayang Sumbing. Disetiap bulan purnama atau malam purnama anjing Tumang ini berubah menjadi seorang laki-laki yang ganteng.

sangkuriang
sangkuriang

Dan pada akhirnya Dayang Sumbing ini melahirkan anak dari anjing Tumang, Dayang Sumbing melahirkan seorang anak laki-laki yang ganteng, dengan kulit putih, rambut lebat seperti arang. Dan Dayang Sumbing memberi nama anak laki-laki tersebut adalah Sangkuriang. Dan Sangkuriang ini tumbuh menjadi anak yang ganteng dan juga tangkas.

Ketika Sangkuriang telah mahir dalam bidang memanah, pada suatu hari ibunya yakni Dayang Sumbing ini meminta Sangkurinag untuk berburu hari rusa. Karena, Dayang Sumbing ini sangat menginginkan hati rusa untuk dia makan. Lalu, Sangkuriang berangkat kehutan dengan anjing Tumang yakni ayahnya Sangkuriang.

Ketika Sangkuriang sudah memasuki hutan, sangkuriang melihat babi hutan yakni itu adalah dewi Wayung Hyang yang sedang melintas dihadapan Sangkuriang. Sangkuriang langsung membidikkan anak panahnya kebabi hutan tersebut, namun Wayung Hyang ini berlari sangat gesit untuk bersembunyi.

cerita sangkuriang
cerita sangkuriang

Lalu, Sangkuriang menyuruh anjingnya ini untuk mengejar babi tersebut. Namun, tumang yang mengetahui bahwa babi tersebut adalah jelmaan dewi  Wayung Hyang, lalu Tumang menolak untuk mengejar babi tersebut. Dan Tumang hanya terduduk diam dan hanya memandang wajah Sangkuriang.

Kemudian Sangkuraing marah, kenapa kok nggak mau menuruti perintah Sangkuriang. Lalu, Sangkuriang menakut-nakuti Tumang dengan cara mengarahkan anak panahnya ke Tumang. Dan tanpa sengaja Sangkuriang melepas anak panahnya pada busurnya, dan panahnya langsung meleset mengenai badan Tumang. Kemudian anjing jelmaan dewa ini mati atau tewas.

Sangkuriang dengan rasa takut dan putus asa lalu Sangkuriang mengambil hati Tumang, dan membawa pulang untuk dikasihkan pada ibunya yang sedang menunggunya. Kemudian hati Tumang ini diserahkan kepada ibunya, lalu oleh ibunya hati Tumang ini dimasak dan juga dimakan. Dan ketika memakannya Dayang Sumbing dan Sangkuriang ini memakan dengan sangat lahap. Ketika selesai makan, Dayang Sumbing mengingat Tumang, dan dia bertanya pada Sangkuriang, dimana Tumang? Dan akhirnya Sangkuriang menjawab dengan jujur dan menceritakan kejadiannya. Bahwa tumag sudah meninggal karena panahnya, dan hati yang sudah dimakan ini adalah hatinya Tumang.

Pada saat itu juga Dayang Sumbing ini marah kepada Sangkuriang,karena Sangkuriang telah membunuh ayahnya sendiri. Kemudian Dayang Sumbing ini mengambil sendok nasi dan memukulnya kearah kepala Sangkuriang sampai berdarah dan terluka parah. Tapi, luka hatinya ini lebih parah dari pada luka yang ada dikepalanya.

Sangkuraing sakit hati karena ibunya lebih perhatian pada anjingnya dari pada dirinya. Dan akhirnya Sangkuriang pergi dan melarikan diri dari pondok dimana ia tinggal. Kemudian Dayang Sumbing ini merasa bersalah karean sudah membuat anaknya lari dari pondoknya. Karena, Sangkuriang merupakan anak satu-satunya yang dia miliki dan juga satu-satunya orang yang menemani hidup dihutan.

Untuk menenangkan perasaannya, Dayang Sumbing akhirnya melakukan pertapaan. Dalam pertapaannya Dayang Sumbing ini diberikan karunia, dia tidak akan tua akan tetap awet muda dan umurnya panjang. Pada seumur hidupnya Dayang Sumbing ini akan tetap cantik dan tidak akan terlihat tua.

Sekarang berpindah pada Sangkuriang, ketika Sangkuriang lari dari pondoknya dengan kepal yang sedang terluka dia berteduh kemana-mana dan ia berguru pada guru yang sakti. Sangkuraing ini selalu keluar masuk hutan, ketika Sangkuriang sudah menjadi pemuda yang ganteng dan juga sakti, Sangkuriang mampu mengalahkan semua makhluk hlaus yang dia temui dipengembaraan dan juga Sangkuriang menakhlukkan dengan kesaktiannya. Dengan kesaktiannya ini Sangkuriang ini menjadi  tuan dari makhluk-makhluk halus tersebut.

Pada suatu ketika, pada pengembaraannya Sangkuriang pergi kedesa dan akhirnya Sangkuriang bertemu dengan Dayang Sumbi. Kemudian Sangkuriang  terpikat dengan kecantikan paras dayang sumbi, dan akhirnya jatuh cinta. Dayang sumbi pun juga sama terpesona oleh kegantengan sangkuriang. Akhirnya, sangkuriang ingin menikahi dayang Sumbi.

Ketika Dayang Sumbi sedang merapikan rambut dan juga ikat kepala Sangkuriang, lalu dayang sumbi melihat bekas luka yang sangat besar. kemudian Dayang Sumbing mengamati wajah Sangkuriang, dan Dayang Sumbi ini baru sadar bahwa dia akan menikah pada anak kandungnya sendiri. Dan Sangkuriang sendiri pun juga tidak menyangka bahwa Dayang Sumbi adalah ibunya.

Dan pada akhirnya Dayang Sumbi mencoba menjelaskan bahwa Sangkuriang adalah putra kandungannya. Akan tetapi, Sangkuriang telah kehilangan akal sehat. Dan Sangkuriang tetap memaksa ingin menikahinya. Akhirnya dayang sumbi secara halus menghindari terjadinya perkawinan diantara mereka.

sangkuriang dan dayang sumbi
sangkuriang dan dayang sumbi

Yaitu dengan cara ia meminta Sangkuriang untuk membuatkan sebuah bendungan yang lengkap dengan perahunya dalam waktu semalam. Permintaan ini bagi Dayang Sumbi, adalah hal yang mustahil untuk dilakukan oleh sangkuriang. Namun, anak kandungnya sanggup memenuhi persyaratan yang diminta. Hal ini di luar dugaan Dayang Sumbi, Sangkuriang menyanggupi permintaannya.

Pada malam itu, Sangkuriang bekerja keras untuk membuat sebuah danau. Kemudian Sangkuriang menebang pohon, yang mana bekas pohon tebangannya itu sekarang menjadi sebuah bukit yang dikenal sebagai gunung bukit tunggul, sementara daun, ranting dan juga bagian kayu lainnya yang tidak digunakan ditumpuk dan dibentuk menjadi gunung burangrang.

Kemudian Sangkuriang telah bekerja separuh malam. Selanjutnya setelah perahu selesai dibuat Sangkuriang mulai membuat danau. Sangkuriang, lalu mengerahkan makhluk halus sepeti ketika membuat danau untuk membantunya. Melihat situasi seperti ini, Dayang Sumbi menjadi takut. Dan akhirnya ia menebarkan kain-kain hasil tenunannya di arah timur.

Kemudian Dayang Sumbing memohon kepada sang hyang tunggal agar usaha Sangkuriang gagal dalam membuat bendungan dan juga perahu. Lalu doanya dikabulkan. Dan kemudian kain-kain tenunan dayang sumbi bercahaya kemerah-merahan di ufuk timur. Hal tersebut membangunkan ayam-ayam jantan dan kemudian berkokok.

Kemudian, makhluk-makhluk halus yang diperintah Sangkuriang membantu pekerjaan Sangkuriang membuat danau mengira hari akan segera pagi. Merekapun segera lari dan bersembunyi masuk ke dalam tanah. Dan tiinggalah Sangkuriang sendirian dengan pekerjaan membuat bendungan yang hampir selesai. Lalu, sangkuriang merasa usahanya telah gagal. Dan Sangkuriang menjadi marah sekali.

Kemudian Sangkuriang mengamuk. Sumbat yang dibuatnya untuk membendung sungai citarum dibuangnya ke arah timur dan menjadi gunung manglayang. Danau talaga Bandung yang dibuatnya kemudian menyurut. Lalu dengan sekali tendangan keras, perahu buatannya terlempar jauh dan tertelungkup. Dalam sekejap berubah menjadi gunung Tangkuban Perahu. Sangkuriang mengejar Dayang Sumbi yang melarikan diri. Ketika Dayang Sumbi hampir terkejar oleh Sangkuriang di gunung putri, Dayang Sumbi memohon pertolongan Sang Hyang tunggal. Ia akhirnya menjelma menjadi sekuntum bunga jaksi. Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi hingga sampai ke ujung berung dan tersesat ke alam gaib.

Demikian artikel dan juga dongeng tentang asal usul Tangkuban Perahu dari kami. Apabila ada kesalahan baik dari penulisan dan peletakan kata kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Dan jangan lupa baca artikel lainnya tentang asal usul lainnya di jempoltangan.com. Semoga artikel kami bermanfaat bagi anda. Sekian dan terima kasih!