kota jombang

Cerita Sejarah Asal Usul Dari Kota Jombang Yang Harus Kalian Semua Ketahui

Posted on

Asal Usul Dari Kota Jombang – apa kabar kalian semua para penggemar setia jempoltangan.com, disini saya akan memberi tahu kepada anda semua tentang cerita atau bisa jadi juga asal usul dari kota beriman atau bisa juga dijuluki dengan kota santri yang ada di daerah Jawa Timur yakni kota Jombang.

Asal usul nama dari kota jombang, sebuah kabupaten yang ada di Jawa Timur, konon kataya tidak lepas dari kisah pertarungan Kebi Kicak Vs Surontanu, pada saat masa kerajaan majapahit. Gapura sebelah barat adalah Desa Tunggorono, Kab Jombang , Kec Jombang, sedangkan gapura yang selatan berada di Desa Ngrimbi, Kec Bareng.

Didalam logo kabupaten Jombang memang terdapat gambar gerbang dan juga benteng yang berarti melambangkan bahwa pada zaman dahulu kota Jombang adalah benteng dari kerajaan Majapahit atau sering disebut dengan Mojopahit yang ada di sebelah barat, sehingga kini banyak dijumpai nama-nama kecamatan atau desa yang diawalinya dengan awalan atau prefix mojo, dan diantaranya adalah nama Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojotrisno, Mojoagung, Mojopahit, dan msih banyak lagi, dan ada salah satu dari peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di kawasan Kota Jombang yakni adalah Candi Arimbi yang ada di Kecamatan Bareng.

Karena menyusulnya runtuhnya kerajaan Majapahit, kini agama islam mulai berkembang di beberapa kawasan, yang penyebarannya itu dimulai dari pesisir pantai utara yang ada di Jawa Timur. Kemudian Kota Jombang berhasil menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam, dan dengan seiring berjalannya waktu dan juga dengan melemahnya pengaruh dari kerajaan mataram, kini Belanda menjadikan Kota Jombang sebagai bagian dari wilayah dari VOC saat akhir abad ke- 17, lalu kemudian dijadikan sebagai bagian dari Kota Hindia Belanda pada saat awal abad ke-18.

Pada tahun 1811, telah didirikannya Kabupaten Mojokerto, yang juga meliputi pada wilayah yang sekarang ini adalah Kabupaten Jombang. Di Trowulan atau pusat dari kerajaan majapahit, berhasil masuk didalam kewadanan atau Onderdistrict Afdeeling pada Kota Jombang. Ada seorang yakni Alferd Russel Wallace pada saat itu tahun 1823 sampai 1913, selaku naturalis yang berasal dari Negara Inggris yang berhasil memformulasikan Teori Evolusi yang terkenal dengan Garis Wallace, yang pernah mengunjungi dan juga bermalam di Kota Jombang pada saat mengeksplorasi keanekaragaman hayati Negara Indonesia,

Pada saat tahun 1910, Kota jombang telah memperoleh status Kabupaten, dan juga berhasil memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto , ada seorang yang bernama Raden Adipati Arya Soeroadiningrat yang pertama kali menjabat sebagai Bupati yang pertama. Beliau juga biasa dipanggil dengan Kanjeng Sepuh ataupun juga Kanjeng Jimat, ia juga merupakan keturunan yang ke 15 dari keturunan Prabu Brawijaya V, yang berarti Raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Ada undang-undang pada Nomor 12 pada Tahun 1950, yang membahas tentang pembentukannya Derah Kabupaten didalam lingkungan yang ada di Provinsi Jawa Timur. Lalu dari mana asal usul dari nama Kota Jombang ini? Kalau menurut cerita yang sudah beredar lewat mulut ke mulut yang ada di kalangan masyarakat Kota Jombang, adapun hal ini tidak lepas dari sosok Kebo Kicak dan juga Surontanu.

Didalam cerita itu telah disebutkan, bahwa Kebi Kicak adalah seorang yang berhasil dikutuk orang tuanya, lalu memiliki kepala kerbau atau bisa juga disebut kebo. Setelah ada suatu hal, yaitu ada orang yang mempunyai kepala kerbau atau kebo dengan badannya tetap berwujud manusia, kemudian kebo kicak berguru ke seorang kiai yang sakti mandraguna. Setelah bertahun-tahub belajar kepada kiai tersebut, kemudian kebo Kicak berubah menjadi orang yang sholih.

Kemudian, siapakah si Surontanu itu? Konon katanya, ada di sebuah kadipaten Kerajaan Majapahit yang juga kelak disebut dengan Kabupaten Jombang, yang terdapat seorang perampok yang sakti, yang mempunyai nama Surontanu. Surontanu merupakan penjahat kelas satu atau kelas kakap yang paling di takuti masyarakat yang dijombang pada saat itu. Pada saat itu tidak ada satu orang pun yang berani kepada Surontanu.

Ada sebuah kisah, pada saat itu ada pesta hura-hura yang ada di masyarakat yang berhasil disengar oleh Kebi Kicak, berkat perintah sang Guru besar, kemudian Kebo Kicak pun turun ke gunung guna menghentikan kejahatan si Surontanu dan menyelamatkan masyarakat. Dan setelahnya berpetualang di beberapa hari, kemudian si kebo kicak berhasil menemukan si Surontanu, tidak usah panjang lebar, Kebo Kicak serta Surontanu beradu hebat adu kekuatan mereka masing-masing. Setelah beberapa waktu mereka bertarung, Surontanu pun terdesak, kemudian Surontanu lari ke daerah yang penuh dengan tanaman tebu, dengan adanya kesaktiannya, surontanu pun berhasil masuk ke rawa-rawa yang penuh dengan tumbuhan tebu. Kemudian Kebo Kicak pun menyusulnya dengan masuk kerawa-rawa yang sekarang ini terletak di wilayang Kota jombang.

Tetapi, kebo kicak serta surontanu yang berhasil masuk ke rawa-rawa yang penuh dengan tumbuhan tebu itu tetapi mereka berdua sampai sekarang belum kembali, entah apa saja hal yang terjadi terhadap mereka berdua, sampai sekarang pun tiada warga yang berhasil menemukan jasad mereka berdua, maupun makam dari mereka berdua.

Terdapat cersi yang lainnya juga, yang terkait dengan adanya kisah Kebo Kicak, salah satu dari versinya adalah Kebo Kicak merupakan kesatria yang hebat, dia sempat mengobrak-abrik kerajaan Majapahit demi untuk mencari ayah kandungnya, yang mana ayah dari Kebo Kicak bernama Patih Pangulang Jagad.

Setelah beberapa tahun ketika Kebo Kicak bertemu dengan ayahanda nya, Kebo Kicak dimintai tanda bikti guna menyatakan dia adalah benar-benar dari sang Patih. Cara pembuktiannya tidaklah mudah, Kebo Kicak disuruh mengangkat batu yang ada di kali brantas, dalam usahanya itu, Kebo Kicak harus berkelahi dulu melawan si buaya ijo.

Dan usaha Kebo kicak pun membawakan hasil, karena dia telah membuktikan bahwa dia merupakan anak dari Patih, kemudian kebo kicak diberi wewenang untuk berkuasa di bagian wilayah barat. Tetapi ambisi dari kekuasaan Kebo Kicak tidaklah pernah puas, dia terus bertarung dengan saudara seperguruannya saat itu. Demi memilik benteng pusaka Sirontanu.

Dan ada yang bilang bahwasannya, disaat mereka bertarung (Kebo Kicak dan Sirontanu) muncullah sinar ijo atau hijau dan juga sinar abang atau merah. Dan dari hasi penggabungan kalimat ijo dan abang, maka tercetus lah kalimat Jombang.

Dan saat ini, warna hijau dan merah sangatlah mencolok pada llogo Kota Jombang atau Kabupaten Jombang, warna hijau yang berarti kesuburan, ketenangan, dan juga tanda bakti kepada Tuhan yang Maha Esa. Dan juga warna merah yang mengartikan keberanian, kritis, dan juga dinamis. Tetapi ada juga yang berpendapat warna hijau itu mewakili kaum santri yakni masalah keagamaan, dan juga warna abang atau merah mewakili kaum abangan atau bisa juga disebut dengan nasionalis/kejawen.

Demikian cerita dan juga kisah Asal Usul Kota Jombang, semoga bermanfaat, mohon maaf apa bila terdapat salah pada penulisan dan juga ejaan katanya, cukup sekian dan terimakasih.