Anak rantau
Anak rantau

Hal yang Dirasakan Anak Rantau Baru, Walau Sulit Namun Tetap Seru

Posted on

Daftar Isi

Anak rantau Mau tidak mau untuk bisa menjalani hidup sebagai seorang rantau yang harus akrab dengan kesibukannya masing-masing, kerinduhan, dan juga pada perjuangan. Di kota ini tidak selamanya bisa berjalan dengan mulus, tetapi kita juga masih banyak rintangan untuk bisa dijalaninya.

Pada pertama kali merantau yang selalu di ingat sebab semua hal yang bisa semakin asing, rindu juga masih belum apa-apa sudah menggebu. Pada diri sendiri ini yang harus membuat orang dirumah menjadi bangga, meskipun harus berkoban dengan keras.

Anak merantau
Anak merantau

Pada pengalaman yang pertama ini tidak akan terlupakan di saat datang ke kota ini. Orang-orang yang begitu sibuk. Disini yang mempunyai hati gelisah dan resah. Sebagai seorang rantau baru bahkan juga semuanya harus bisa dijalani dengan berhati-hati.

Di kota ini juga banyak resiko dan ancaman sewaktu-waktu bisa memeluk. Hidup di perantauan memang sulit tetapi ternyata memiliki keseruan sendiri. Keseruan ini lah yang menjadikan rindu saat masa perantau selesai atau yang sudah terbiasa jauh dari rumah.

  1. Adaptasi dengan orang-orang dan budaya baru. Yang awalnya canggung, tapi akhirnya mereka yang menjadikan keluarga baru ditanah rantau.

Adaptasi dengan orang-orang dan budaya baru
Adaptasi dengan orang-orang dan budaya baru

Ada orang asing yang berprilaku sikap yang sangat unik, menarik, dan juga bikin takut. Yang awalnya canggung, yang menjadikan penghuni kos baru, suatu saat nanti pasti akan dibully. Namun, semua itu tidak terjadi, yang ada malah mereka menjadi teman bahkan sahabat di kos-kosan.

  1. Rasa rindu suasana rumah sudah tumbuh, padahal merantau belum ada seminggu.

Apasih yang tidak lepas dari suasana rumah saat menjadi perantau? Terkadang kita masih kurang bersyukur bahwa kehangatan keluarga yaitu hal yang sangat indah. Perantauan yang menjadi hal kenangan. Kita sering rindu dalam hal itu. Sudahlah hari ini kita sibuk tau-tau lebaran akan tiba.

  1. Takut uang saku tidak mencukupi kebutuhan sebulan ke depan, kamu pun belajar irit saat awal perantauan.

Belajar irit saat awal perantauan.
Belajar irit saat awal perantauan.

Anak rantau bulan depan pasti banyak pengeluarannya, sementara uang saku tidak seberapa. Pada pengeluaran awal bulan memang harus berhati-hati kalau salah sedikit bisa menjadi boros yang awal bulan hanya berisi mie instan dan bisa nasi kecap yang alakadarnya. Tidak masalah yang penting hari ini kita bisa bersyukur. Semoga pada bulan depan bisa mendapatkan pemasukan yang lebih.

  1. Banyak orang asing, rasa takut jadi korban kejahatan sempat membayangkan sebulan pertama di perantauan.

Orang asing yang lalang, di tengah malam yang semakin mencekam dengan rumor kriminal yang adanya pembegalan dan juga perampokan. Bulan pertama masih memiliki rasa takut yang sementara itu harus berkerja dan belajar. Ketenangan pada bulan pertama sunggu tidak sepenuhnya ada, semakin kita pikir yang menjadikan takut, tetapi kalau tidak waspada yang bisa menjadikan korban. Semoga tidak akan menjadi hal yang buruk.

  1. Semua hal akan semakin nyaman setelah dapat sahabat yang memiliki nasib yang serupa di tanah rantau.

nyaman setelah dapat sahabat
nyaman setelah dapat sahabat

Yang akhirnya setelah kita sudah berkenalan dengan puluhan orang, di antara mereka lah yang bisa menjadikan sahabat terbaik. Tak lebih jika mereka yang bisa menjadikan teman senasib sepenanggungan. Yang bisa melewati hidup di perantauan bersama-sama. Yang saling berbagi pada curahan hati sampai ajang bisa berbalas pinjaman uang.

  1. Kadang merasa kegagalan di depan mata, tapi begitu ingat wajah orang terkasih di rumah semua berubah menjadi semangat.

Anak rantau banyak saingan, banyak ancaman, dan juga banyak iri kepada sesama perantau. Pada kesibukan yang semakin berat, kadang merasakan sakit dan dapat berpikir untuk menyerah. Tapi setiap hari dapat memejamkan untuk menuju tidur pada bayangan yang ada hanya wajah orang tersayang dirumah yang menaruh harapan diri. Dan semangat itulah dapat kembali demi mereka semua.

  1. Semangat semakin menjadi saat akhirnya datang orang spesial di perantauan, rasanya jadi betah di kota ini.

orang sepesial di perantauan
orang sepesial di perantauan

Tidak menyangka, pada perjalanan di perantauan ini bisa mengantarkan seorang spesial. Ia yang sangat terbuka dan berbagi kepercayaan. Bisa di bilang kita pacar atau teman dekat atau apalah yang terpenting akhirnya bisa memiliki semangat baru. Semoga dalam kisah di perantauan ini bisa menjadikan akhir yang manis yang sudah kami impikan. Amin.

  1. Soal penampilan kadang merasa minder dengan orang banyak, tetapi perlahan berubah cuek dan menjadikan tampil diri sendiri.

Awal anak rantau, gatau kenapa yang selalu memiliki rasa minder dengan mereka. Dalam penampilan bahkan juga minder sebab mereka yang terlihat berkelas. Tetapi lambat tahun pada penampilan yang jadi terbiasa. Yang paling penting yaitu pada perilaku dan juga cara untuk bisa menjaga kebersihan diri. Menjadi diri sendiri yaitu cara yang paling nyaman untuk berpenampilan.

Yang sebentar lagi menjelang tahun baru, semoga tanggal merah yang bisa mengantarkan dalam bertemu keluarga. Meskipun tidak dapat pulang ke rumah, tetapi bisa membalas kerinduan. Yang paling penting pada beberapa perjuangan yang sudah dilakukan dan juga tubuh tetap sehat. Besok masih harus menyibukan diri, tidak terasa sebulan yang berlalu, sedikit sulit banyak serunya.

10 pahit yang harus ditelan untuk anak rantau demi berjuang untuk keluarga tercinta

  1. Ingin pulang ke tanah kelahiran, namun ketika telah diberi kesempatan pulang, rasanya tidak ingin kembali ke perantauan walaupun semua barang sudah selesai dikemas.

    Barang sudah selesai dikemas
    Barang sudah selesai dikemas
  2. Sering banget dilanda rindu, tapi tidak pernah berani untuk menyatakan itu semua.

  3. Selalu dilema tiap kali untuk menelpon keluarga, karena setelah selesai menelpon kadang tanpa disadari air mata suka datang tiba-tiba.

    Menelpon keluarga
    Menelpon keluarga
  4. Berhemat-hemat dalam kebutuhan dan makanan itu hal yang sudah biasa.

  5. Sulit beradaptasi dengan lingkungan perantauan di bulan pertama, apalagi ketika budaya setempat jauh berbeda dengan budaya kampung halaman.

    Sulit beradaptasi
    Sulit beradaptasi
  6. Sering banget menyembunyikan masalah dan tidak memberitahukan keluarga di rumah, karena khawatir mereka juga nanti ikut susah.

  7. Melihat teman yang suka bolak-balik kampong dengan mudah itu suka bikin sendu, tapi kita harus yakin bahwa semua hanya masalah waktu.

  8. Seenak-enaknya masakan di perantauan, masakan ibu di rumah yang selalu ngangenin dan tiada duanya.

  9. Sepahit-pahitnya perjuangan hidup di perantauan, yakinlah dengan itu kamu dapat lebih dewasa dan bijaksana.

  10. Demi mencukupi kebutuhan hidup tidak jarang kamu harus meminjam uang teman.

    kebutuhan hidup
    kebutuhan hidup