adab bertamu dalam islam
adab bertamu dalam islam

Wahai Saudaraku Mari Ketahui Tentang Adab Bertamu Dalam Islam

Posted on

Wahai Saudaraku Mari Ketahui Tentang Adab Bertamu dalam islam

wahai saudaraku seiman mari kita ketahui tentang adab bertamu dalam islam, karna adab bertamu itu sangat penting. adab bertamu dalam islam itu juga mencerminkan keimanan kita, sering sekali kita mendengar dan membaca tentang memuliakan tamu sehingga kalimat ini tidak asing lagi bagi kita dan masyarakat umum.

banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memnyambung tali silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. salah satunya adalah mengunjungi rumah saudara atau rumah tetangga, biar lebih mengetahui keadaan mereka, dan seakan-akan kita perhatian pada saudara atau tetangga kita. didalam agama islam ada beberapa adab bertamu dalam islam yang harus dipatuhi oleh seorang muslim.

Adapun beberapa adab bertamu dalam islam adalah, sebagai berikut:

  1. memilih waktu ketika berkunjung kerumah tamu

ketika mau mengunjungi rumah saudara supaya mengerti akan waktu, karan apabila tidak mengerti akan waktu bisa menimbulkan uneg-uneg jelek atau perasaan jelek,  dan bisa juga menggangu pada tamu yang akan kita kunjungi. hal ini sangat dianjurkan dalam islam, tapi apabila ada udzur yang sangat penting dan menyebabkan kita tidak dapat datang pada waktu yang ditentukan.

adapun waktu yang ditentukan adalah pagi dan sore. sahabat anas bin malik berkata, nabi tidak pernah mengunjungi saudaranya pada waktu malam hari. tapi biasanya beliau mengunjungi saudara pada waktu pagi dan sore hari (HR. Muslim no. 1928 dan al-Bukhori no. 1706).

  1. meminta izin pada tuan rumah atau pemilik rumah

dalam meminta izin kepada tuan rumah ini merupakan perintah dari Allah SWT seperti dalam firmannya dijelaskan:

“wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki pada rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu memberi salam pada pemilik rumah dan meminta izin pada penghuninya. seperti demikian itulah lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat” (surat An-Nur: 27)

Di antara hikmah yang terkandung Rasulullahi SAW bersabda: “meminta izin menjadi kewajiban karna untuk menjaga pandangan mata.” (HR Muslim no. 2156 dan al-Bukhori no. 5887).

karna rumah itu seperti penutup aurat bagi perempuan dan segala sesuatu yang ada dalam rumah sebagaimana pakaian yang menutup tubuh. apabila tamu meminta meminta izin terlebih dahulu, maka ada kesempatan untuk penghuni menutup aurat atau membeeskan barang yang berserakan yang ada didalam rumah (mempersiapkan keadaan rumah).

apabila tamu tidak meminta izin itu akan menimbulkan prasangka jelek atau uneg-uneg jelek pada penghuni rumah, dan bisa juga menimbulkan kecurigaan, karan bisa saja nanti tuan rumah menuduh anda sebagai pencuri dan sebangsanya. karna, masuk rumah orang lain meupakan kelakuan yang jelek. oleh karan itu, Allah melarang pada hambanya masuk rumah orang lain tanpa seizin tuan rumah.

Adapun cara untuk bertamu adalah, sebagai berikut:

  • mengucapkan salam, umat islam yang bertamu diperintahkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu, seperti dijelaskan disurat An-Nur: 27 ada orang bani amir meminta izin pada nabi dengan mengatakan “bolehkah saya masuk”, lalu nabi berkata pada budaknya “keluarlah, ajari orang itu untuk mengatakan assalamualaikum, bolehkah saya masuk?” lalu terdengar oleh tadi, lalu dia mengatakan,”assalamualaikum, bolehkah saya masuk?” dan akhirnya nabi menjawab “waalaikum salam” dan mempersilahkan masuk.
  • meminta izin pada tuan rumah sebanyak 3 kali, Nabi SAW bersabda: “meminta izin itu sebanyak tiga kali, apabila diizinkan maka masuklah, apabila tidak maka pergilah”(HR Muslim no. 2153 dan al-Bukhori no. 5891)

hadist ini menerangkan pada kita bahwa batasan akhir meminta izin tuan rumah itu sampai 3          kali. apabila penghuni rumah mempersilahkan masuk maka masukkalh, apabila penghuni                  rumah tidak ada (tidak ada jawaban) maka pulanglah, dan apabila penghuni menyuruhmu                untuk kembali, maka nanti kembalilah.

demikian itu bukanlah celaan bagi tamu dan juga bukan suatu aib penghuni rumah, jika                    alasan ini dibenarkan dalam syariat.seperti firman allah dalam surat An-Nur:28 “apabila kamu            tidak menemui seseorang didalam, maka janganlah kamu masuk sebelum mendapat izin, dan          apabila ada yang mengatakan kembalilah, maka kembalilah. karan itu lebih baik bagimu dan            adapun allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

  • jangan mengintip kedalam rumah tuan rumah, Dalam HR Muslim no. 2158 Nabi pernah bersabda: barang siapa yang mengintip rumah orang lain tanpa izin maka, sungguh telah halal bagi matanya untuk dicungkil. dalam hadist ini dilarang keras untuk melongok dalam rumah saudara yang mau dikunjungi.

maka, wajib bagi taun rumah untuk mengamalkan hadist ini ketika ada seseorang yang melakukan hal tersebutdan tidak ada keharusan baginya untuk membayar harta tebusan(diyat) ataupu membayar hukuman balas(qishash). dan dalam hadist lain juga disebutkan bahwa Nabi SAW telah bersabda:

“barang siapa yng mengintip kedalam rumah seorang tanpa izin maka, mereka boleh mencukil matanya tanpa harus membaya harta diyat dan  qishash.”

  1. memperkenalkan diri

ketika nabi menceritakan kisah isra’ mi’raj, nabi bersabda: ketika jibril naik kelangit dunia, malaikat jibril meminta dibukakan pintu langit. lalu jibril ditanya, “siapa anda?” kemudian malaikat jibril berkata “jibril”. kemudian malaikat jibril ditanya lagi “siapa yang sedang bersamamu?” jibril menjawab “muhammad SAW.” kemudian jibril naik kelangit kedua,tiga empat, lima, dan seterusnya ditanya seperti itu.

maksud dari ceita ini adalah ketika tuan rumah bertanya “siapa?” maka dijawab dengan nama anda, bukan malah menjawab “saya, saya”.sebagaimana cerita yang dikisahkan oleh jabir RA, aku mendatangi nabi SAW lalu aku mengetuk pintu rumah nabi, dan nabi bertanya “siapa ini” kemudian aku menjawab “saya.” kemudian beliau bersabda, “saya, saya” nabi berkata seolah-olah nabi itu benci ketika jawabannya itu(tidak suka).

  1. menyebutkan apa keperluannya

didalam adab seorang tamu adalah menyebutkan apa keperluan dan tujuannya kepada tuan rumah ynag dikunjungi, agar tuan rumah bisa menyiapkan diri dan juga bisa mempertimbangkan waktu dan keperluannya sendiri. hal seperti yang dikisahkan kepada para malaikat ketika bertamu pada nabi ibrohim AS.

dijelaskan dalam firman allah SWT disurat Adz-Dzariat:32, “ibrahim bertanya pada tamu, “apa urusanmu wahai para utusan?” mereka tamu menjawab, sesungguhnya kami diutus pada kaum yang berdosa.”

  1. meminta izin karna membawa orang yang tidak diundang

apabila dalam rangka bertamu atau diundang kerumah orang lain, lalu diantara kalian ada yang membawa orang yang tidak diundang hendaknya diantara kalian itu meminta izin pada tuan rumah. hal ini pernah terjadi dizaman nabi, sebagaimana kisahnya sahabat Abu Mas’ud RA.

“ketika dikalangan kaum anshor ada sahabatbyang bernama Abu Syu’aib dia mengundang nabi dan 4 orang lainnya, ketika nabi mendatangi undangan tersebut ternyata ada orang lainnya mengikuti nabi, lalu nabi berkata pada Abu Syu’aib  kamu telah mengundang kami berlima tapi ada satu orang yang mengikuti kami. jika kamu tidak mengizinkan orang ini maka, akan kami tinggalkan. lalu abu Syu’aib berkata, ya, saya mengizinkan. ”(HR Muslim no. 2036 dan al-Bukhori no. 5118)

  1. jangan berlama-lama ketika bertamu

janganlah berlama-lama kalian ketika bertamu setelah kalian sudah menghabiskan hidangan yang dipersilahkan untuk kalian, keculai ketika pemilik rumah meminta kita untuk tinggal sebentar. karna, ketika kalian berlama-lama atau percakapannya masih panjang, takutnya itu akan menggangu tuan rumah terlebih lagi apabila tuan rumah mempunyai acara lainnya.

sebagaimana firman allah SWT didalam surat Al-ahzab:53 “tetapi apabila kalian diundang atau disuruh masuk maka masuklah, dan apabila kamu telah selesai maka kembalilah atau pulanglah tanpa memperbanyak percakapan.”

  1. mendoakan tuan rumah yang telah memberikan jamuan

ketika telah selesai makan atau hidangan yang telah disediakan maka segeralah pulang dan mendoakan tuan rumah karna, telah memberikan hidangan pada kita. adapun doa yang diajarkan nabi SAW adalah, sebagai berikut:

“ya allah berikanlah berkah pada mereka yang telah engkau beri rizki, rahmatilah mereka, dan juga ampunilah dosanya.”(dari sahabat Abdullah bin Busr RA HR. Muslim no. 2042)

  1. berpamitan kepada seluruh pemilik rumah yang mengundang kita

hal yang kita lakukan adalah harus sopan dan juga santun, maka jangna lupa mengatkan terimakasih dan jug aminta maaf karna telah merepotkan mereka.

mungkin itu sedikit penjelasan dari saya tentang adab bertamu dalam islam, semoga bermanfaat dan silahkan dipratekkan di keseharian anda. saya minta maaf apabila ada kesalahan dari penulisan dan peletakan kata saya minta maaf yang sebsar-besarnya. sekian dan terima kasih!