Profesor Termuda

5 Profesor Termuda Yang Ada di Indonesia

Posted on

Profesor termuda –  Profesor merupakan salah satu gelar yang menjadi idaman bagi semua orang. Pada artikel kali ini kami akan memberikan seputar informasi kepada anda tentang 5 profesor termuda yang ada di Indonesia. Biasanya di Indonesia mendapatkan gelar profesor itu setelah umur 40 tahun, tetapi ada beberapa orang yang mendapatkan gelar professor dibawah umur 40 tahun, sehingga mereka diberikan gelar profesor termuda pada masing-masing bidangnya.

Dibawah ini kami akan memberikan 5 profesor termuda yang ada di Indonesia yang akan menjadikan anda berminat untuk mendapatkan gelar profesor, dan seputar informasi yang kami berikan ini akan menambah wawasan anda tentang ilmu pengetahuan.

Berikut 5 profesor yang ada di Indonesia :

  • Nelson Tansu

Nelson Tansu
Nelson Tansu

Nelson Tansu merupakan profesor termuda yang ada di Indonesia yang akan kami berikan seputar informasinya kepada anda. Nelson Tansu merupakan orang yang ketika kecil suka sekali membaca profil dan biografi para fisikawan ternama di dunia. Hobinya yang seperti itu ternyata mengantarkannya sebagai profesor di Lehigh Unervisity, yaitu sallah satu kampus ternama di Amerika yang menjadi kampus dari Nelson Tansu.

Pada usia 25 tahun, setelah mendapatkan gelar doktor di bidang Electrical Engineering, tempat kelahiran pria ini di Medan. Pria ini diangkat menjadi asisten profesor di kampusnya tersebut, Nelson Tansu merupakan profesor termuda yang telah kami berikan seputar informasinya.

  • Agus Pulung Sasmito

Agus Pulung Sasmito
Agus Pulung Sasmito

Agus Pulung Sasmito merupakan profesor termuda yang kedua yang akan kami berikan seputar informasinya kepada anda. Agus Pulung Sasmito memulai jenjang pendidikan strata satu ( S1 ) di Universitas Gajah Mada mengambil jurusan teknik fisika pada tahun 2001, setelah selesai menyelesaikan S1 pada tahun 2005, pria kelahiran Wonosobo ini melanjutkan jenjang pendidikan megister hingga doktornya di National University Of Singapore ( NUS ).

Agus Pulung Sasmito dapat menyelesaikan gelar pendidikan doktornya pada tahun 2011 pada universitas yang sama. Dalam jerih payahnya menyelesaikan pendidikan doktornya di NUS tersebut mempermudah langkahnya melamar menjadi profesor ship ke tiga universitas yaitu Abu Dhabi, Aalto University, dan McGill University pada tahun 2013. Ketiga kampus tersebut menerima lamaran Agus Pulung Sasmito begitu saja, tetapi Agus Pulung Sasmito memilih universitas yang terakhir karena reputasinya.

  • Firmanzah

Firmanzah
Firmanzah

Firmanzah merupakan profesor termuda selanjutnya yang akan kami berikan seputtar informasinya yang telah kami tulis hanya untuk anda. Firmanzah lahir di Surabaya pada tanggal 7 Juli 1976, Firmanzah memulai jenjang pendidikan strata satu ( S1 ) mengambil jurusan Manajemen Universitas Indonesia pada tahun 1998. Gelar masternya dalam bidang manajemen diperoleh dari dua universitas yang berbeda, yaitu Universitas Indonesia pada tahun 2000.

Dan University Of Lille, Prancis pada tahun 2005, pada 2 Universitas itulah Firmanzah menempuh pendidikan gelar masternya dengan mengambil jurusan. Setelah itu, Firmanzah yang kini berusia 40 tahun ini menyelesaikan gelar doktornya di Universite’ de Pau et Pays de I’Adour, di Prancis pada tahun 2008. Pada tahun 2012, presiden SBY mengangkatnya menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, gelar profesor termuda telah didapatkan dari Universitas Indonesia.

Pada saat Firmanzah masih berusia 34 tahun. Pada saat ini dia menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina menggantikan Anies Baswedan yaitu dari tahun 2014 sampai tahun 2018, seputar informasi yang telah kami berikan akan menambah wawasan anda dalam masalah pengetahuan dan pastinya anda ingin mendapatkan gelar profesor, apalagi dengan menjadi profesor termuda.

  • Ismunandar

Ismunandar
Ismunandar

Ismunandar merupakan profesor termuda yang selanjutnya yang akan kami berikan seputar informasinya kepada anda. Ismunandar yang kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah ini meraih gelar Magisternya di University of Sydney hanya ditempuh dalam waktu satu tahun. Pria lulusan ITB ini menyelesaikan jenjang doktornya pada Universitas yang sama pada tahun 1998. Gelar guru besar ITB di dapatkannya saat Ismunandar berusia 38 tahun.

Pasti sudah jelas jika Ismunandar dinobatkan menjadi guru besar di ITB pada waktu itu, penelitiannya pada bidang kimia menjadi rujukan peneliti kimia yang lainnya. Beberapa diantaranya karyanyapadatan oksida logam dan kimia popular. Perjuangannya menjadi guru besar ITB telah dia raih dengan gelar yang sangat tinggi dan dia juga mendapatkan gelar profesor termuda yang ada di Indonesia.

  • Qomariyatus Sholihah

Qomariyatus Sholihah
Qomariyatus Sholihah

Yang terakhir ini yaitu Qomariyatus Sholihah yaitu profesor termuda yang akan kami berikan seputar informasinya untuk anda. Qomariyatus Sholihah menjadi guru besar ilmu kesehatan masyarakat dari Universitas Lampung Mangkurat ( Unlam ), Banjarmasin, Kalimantan. Pada acara pengukuhannya sebagai guru besar Unlam, ia menyampaikan orasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ), saat diberi anugerah gelar profesor pada tanggal 11 Juni 2015, yang usiannya masih 36 tahun.

Atas prestasinya tersebut, ia mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia ( MURI ) karena menjadi guru besar termuda dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat se-Indonesia. Selain ia mendapatkan prestasi yang luar biasa, ia merupakan wanita pertama yang mendapat gelar guru besar di wilayah Indonesia Bagian Tengah. Prestasi dan penghargaan yang didapat sangatlah banyak dan merupakan suatu penghargaan tersendiri bagi diri Qomariyatus Sholihah.

Diatas tadi merupakan beberapa informasi tentang 5 profesor termuda yang ada di Indonesia yang bisa anda ketahui yang bisa manjadi inspirasi untuk anda menjadi seseorang yang mendapatkan gelar tinggi. semoga artikel yang kami sampaikan bermanfaat untuk anda, terima kasih bagi anda yang telah membaca artikel kami sampai akhir dan tunggu artikel kami selanjutnya.

Baca juga artikel tentang Dokter Termuda di Indonesia Yang Perlu Kita Ketahui